PLTS yang ada di Bangklet, Desa Kayubihi, Bangli. (BP/dok)

BANGLI, BALIPOST.com – Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, menyambut baik rencana pengelolaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Dusun Bangklet, Desa Kayubihi oleh PLN. Ia mengakui selama ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli belum mampu mengoperasikan PLTS tersebut secara optimal akibat keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dan kerusakan sejumlah perangkat.

“Dengan diambil alih oleh PLN, saya kira semua akan lebih profesional karena PLN memang khusus menangani soal listrik,” ujar Sedana Arta, Kamis (3/9).

Meskipun rencana pengalihan pengelolaan ini masih dalam tahap pembahasan, Sedana Arta optimistis Pemkab Bangli tetap akan mendapat manfaat dari aset milik Pemkab Bangli tersebut. “Bangli tetap akan dapat manfaat, mungkin dari sewa lahan,” ujarnya.

Baca juga:  Berkas Kasusnya P21, Pensiunan Militer AS Terlibat Rudapaksa Sudah Kabur

Sebagaimana yang diketahui PLTS yang berkapasitas 1 MWpb tersebut saat ini tidak dapat menghasilkan listrik secara optimal. Kendala utamanya disebabkan oleh kerusakan sebagian besar unit inverter akibat tersambar petir yang hingga kini belum mendapatkan perbaikan.

Kondisi itu berpengaruh pada pendapatan yang diterima dari hasil penjualan listrik ke PLN. PLTS yang sebenarnya mampu menghasilkan pendapatan Rp75 juta hingga Rp90 juta per bulan, kini hanya mampu menghasilkan sekitar Rp15 juta per bulan.

Baca juga:  Tarif Impor 0 Persen Untuk Sejumlah Komoditas ke AS Masih Dalam Negosiasi

Kabag Ekonomi Setda Bangli Dwi Wahyuni mengungkapkan turunnya produksi listrik PLTS dipicu oleh rusaknya mayoritas komponen inverter pada fasilitas yang dibangun pada 2013 tersebut. Dari total 50 unit inverter yang ada, saat ini hanya 14 unit yang masih aktif berfungsi. “Sisanya rusak. Karena pada April lalu kena sambaran petir sehingga menambah jumlah inverter yang rusak,” ungkapnya, Kamis (27/8) lalu.

Pada awal beroperasi tahun 2013, PLTS Bangli mampu memproduksi listrik 1.210.013 kWh. Saat ini, produksinya hanya 22.564 kWh.

Baca juga:  Demi Bali Bersih, Danone-AQUA Jalin Kerja Sama dengan Octopus

Dwi Wahyuni menjelaskan bahwa perbaikan inverter tidak bisa dilakukan dengan cepat karena perangkat PLTS yang dibangun tahun 2013 lalu itu memiliki komponen yang berat, dan suku cadangnya sudah tidak tersedia lagi di pasaran.

Menyikapi kondisi tersebut, upaya yang dilakukan yakni dengan menggandeng pihak ketiga/ investor untuk melakukan revitalisasi. Pihaknya juga berupaya minta bantuan pusat dan provinsi.

Pihaknya berharap fasilitas PLTS yang saat ini dikelola Perseroda BMB terrsebut dapat direvitalisasi agar Bangli mampu berkontribusi dalam mendukung pasokan energi bersih, baik di tingkat lokal maupun nasional. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN