(BP/Istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan menata ulang sistem kerja melalui inovasi Siber Tabanan. Sistem ini diterapkan untuk meningkatkan koordinasi, kinerja, serta keterbukaan data dan informasi kesehatan kepada masyarakat secara real time.

Sekretaris Dinas Kesehatan Tabanan, dr. Wayan Arya Putra Manuaba, mengatakan Siber Tabanan merupakan akronim dari Sistem kerja Berkelanjutan, Terintegrasi, Aktual, Berorientasi hasil, terpadu dan Akuntabel. Menurutnya, inovasi tersebut bukan sekadar membangun aplikasi, tetapi mendorong perubahan pola kerja di lingkungan Dinas Kesehatan agar lebih sistematis, terkoordinasi dan berorientasi pada hasil.

Melalui sistem ini, proses perencanaan, pelaksanaan, pengukuran, pelaporan, evaluasi hingga tindak lanjut diupayakan saling terhubung. Dengan demikian, setiap kegiatan yang dilaksanakan dapat diketahui hasil dan kontribusinya terhadap pencapaian sasaran pembangunan kesehatan. “Data dan informasi kinerja tidak lagi hanya dipandang sebagai bahan administrasi atau pelaporan, tetapi menjadi dasar dalam pengambilan keputusan,” ujarnya, Kamis (3/9).

Baca juga:  Terkonfirmasi COVID-19, Kepala Inspektorat Denpasar Berpulang

Penataan sistem kerja tersebut lanjut kata Arya dimulai dari memastikan kelengkapan dan kualitas perencanaan serta tersedianya acuan kerja. “Setiap kegiatan juga diarahkan agar dilaksanakan sesuai ketentuan dan berorientasi pada hasil,”jelasnya.

Selain itu, kolaborasi antarbidang dan unit kerja diperkuat. Monitoring dilakukan secara harian, sedangkan hasil kegiatan dilaporkan melalui tautan data kinerja setelah kegiatan atau jam pelayanan selesai, terutama apabila terdapat perubahan data.

Data dan informasi kinerja selanjutnya dapat dipantau secara daring melalui website Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan. “Jadi hasil kegiatan ataupun program kami bisa diakses oleh masyarakat maupun pemangku kepentingan lewat menu Siber Tabanan pada dashboard website Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Baca juga:  Lebih Banyak dari Sehari Sebelumnya, Korban Jiwa COVID-19 Termuda Usia 38 Tahun

Selain itu, data kinerja yang tersedia juga dapat diunduh jika diperlukan. “Kami juga menyediakan kanal MAKAN atau MAsuKan, sAran, pertaNyaan sebagai ruang bagi masyarakat menyampaikan masukan, saran maupun pertanyaan,”ucapnya.

Arya Putra Manuaba menjelaskan, penerapan Siber Tabanan dilatarbelakangi kebutuhan untuk menjawab semakin kompleksnya pengelolaan kinerja pemerintahan. Keberhasilan organisasi, kata dia, tidak cukup hanya dilihat dari jumlah kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga harus dapat dibuktikan melalui hasil yang dicapai.

Baca juga:  Meski Kembali Cetak Rekor Baru Kematian Harian COVID-19, Presiden Trump Umumkan Segera Cabut "Shutdown"

Karena itu, data yang aktual dan terintegrasi diharapkan dapat membantu organisasi dalam mengenali persoalan, menentukan prioritas, memantau perkembangan serta mengambil langkah perbaikan secara lebih cepat.

Penerapan Siber Tabanan juga diarahkan mengubah pola kerja yang sebelumnya parsial menjadi lebih terintegrasi. Orientasi kerja tidak lagi hanya pada aktivitas, tetapi pada hasil. Demikian pula pengelolaan data yang tersebar diarahkan menjadi satu kesatuan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengambilan keputusan.

Implementasi sistem tersebut melibatkan seluruh jajaran Dinas Kesehatan, Puskesmas dan UPTD lainnya di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan. Keterlibatan pemangku kepentingan juga diperlukan agar sistem dapat berjalan secara konsisten. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN