
DENPASAR, BALIPOST.com – Kebakaran rumah bedeng yang terjadi di Jalan Nakula, Desa Pemecutan Klod, Senin (31/9), memberi kepanikan pada warga yang tinggal di sekitar. Satu orang lansia pun dikabarkan sempat dilarikan ke rumah sakit (RS) dan pada akhirnya dikatakan meninggal.
Salah seorang warga yang tinggal di sana dan juga Sekretaris Musala Al-Ikhlas, Asmuni (46) menuturkan, seorang wanita lansia berusia sekitar 60 tahun yang meninggal tersebut sebelumnya sempat kaget dan panik melihat api membesar, lalu jatuh. Ia sempat dilarikan ke rumah saudara dan kemudian dibawa ke rumah sakit pada Selasa pagi.
Setelah sempat mendapat perawatan, lansia itu disebutkan meninggal dunia pada Selasa (1/9) sore sekitar pukul 14.00 WITA. Jenazahnya pun langsung dipulangkan oleh keluarganya ke Jember.
Dikatakan, lansia tersebut memiliki riwayat penyakit jantung. “Tidak ada luka bakar langsung, tapi ada satu warga lansia yang punya riwayat penyakit jantung. Beliau kaget dan panik melihat api membesar, lalu jatuh dan dilarikan ke rumah sakit. Setelah sempat dirawat, beliau meninggal dunia. Jasadnya sudah dipulangkan oleh keluarga ke Jember,” jelas Asmuni.
Diceritakan, peristiwa yang terjadi pada Senin malam tersebut membuat warga panik dan berlarian menyelamatkan diri. Asmuni sendiri mengaku saat itu baru saja selesai bekerja dan tengah beristirahat terkejut saat mendengar teriakan warga.
“Saya habis kerja cari barang bekas, mandi, lalu setengah rebahan sekitar jam 10 malam. Jam setengah 11 malam sudah ada yang teriak minta tolong dan menangis. Saya kaget dan langsung loncat keluar. Karena panik, saya langsung mematikan semua sakelar listrik,” ujarnya.
Menurut Asmuni, api berkobar dengan sangat cepat dan membesar dalam hitungan menit akibat tiupan angin kencang. Selain itu, bangunan yang terbuat dari kayu dan tripleks dengan mudah dilapap api.
Pusat titik api diduga berasal dari salah satu bangunan indekos di bagian tengah permukiman. Rumah Asmuni sendiri pun turut hangus terbakar tanpa tersisa.
Upaya pemadaman swadaya oleh warga menggunakan peralatan seadanya sempat dilakukan sebelum mobil pemadam kebakaran (Damkar) tiba. Namun kobaran api terlalu besar dan sulit dijinakkan.
Meskipun warga berhasil menyelamatkan diri dan tinggal sementara di area Musala Al-Ikhlas dan tenda-tenda darurat, peristiwa ini menyebabkan satu korban jiwa.
Sementara itu, dikonfirmasi terkait korban meninggal, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar, Ida Bagus Made Purwanasara, mengaku belum mendapat informasi atau laporan mengenai adanya korban meninggal dunia. “Belum ada laporan, ya,” katanya.
Ia pun telah mengonfirmasi hal tersebut ke Kapolresta Denpasar dan koordinator warga, tetapi memang belum ada laporan korban jiwa. “Ampura, kemarin dengan Pak Kapolresta dan koordinator warga, belum ada disampaikan,” ujarnya. (Widiastuti/balipost)










