
DENPASAR, BALIPOST.com – Pemerintah Provinsi Bali mengambil langkah cepat untuk mengoptimalkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 1 megawatt (MW) yang berada di Kabupaten Bangli dan Karangasem. Kedua PLTS tersebut sebelumnya dibangun Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 2013 dan telah dihibahkan kepada pemerintah daerah masing-masing.
Gubernur Bali, Wayan Koster mengatakan, PLTS di Bangli saat ini sudah beroperasi, namun belum optimal. Sementara PLTS yang berada di Karangasem hingga kini belum beroperasi sama sekali.
Kondisi tersebut, menurut Koster, terjadi karena pola pengoperasian PLTS di kedua kabupaten tersebut belum tertata dengan baik di antara lembaga-lembaga terkait.
“Ini sangat disayangkan, karena pembangunan PLTS bertujuan sangat baik dalam menyediakan energi bersih bagi masyarakat,” ujar Gubernur Koster, Rabu (2/9).
Menyikapi kondisi tersebut, Gubernur Koster mengundang Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata, serta pimpinan PLN Bali dalam rapat yang digelar pada 31 Agustus 2026. Pertemuan tersebut secara khusus membahas pola pengoperasian dan pengelolaan PLTS di kedua kabupaten.
Dalam rapat tersebut disepakati bahwa pengelolaan PLTS di Bangli dan Karangasem selanjutnya dilakukan sepenuhnya oleh PLN Bali. Sementara itu, lahan yang menjadi lokasi PLTS dan merupakan aset Pemerintah Kabupaten Bangli serta Karangasem akan disewa oleh PLN.
Dengan pola pengelolaan tersebut, PLN akan bertanggung jawab penuh terhadap pengoperasian kedua PLTS. Tidak hanya menjalankan pembangkit, PLN juga bertanggung jawab melakukan perbaikan terhadap panel-panel yang mengalami kerusakan sehingga pembangkit dapat segera beroperasi secara optimal.
Gubernur Koster menegaskan, kesepakatan tersebut menjadi langkah penyelesaian atas persoalan pengelolaan PLTS di Bangli dan Karangasem. Dengan pengelolaan yang kini berada di bawah PLN, kedua pembangkit energi surya tersebut diharapkan segera kembali beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Dengan demikian, masalah PLTS di Bangli dan Karangasem dinyatakan sudah selesai. Akan segera dioperasikan oleh PLN sehingga memberi manfaat bagi masyarakat untuk mulai menggunakan energi bersih,” tegasnya.
Optimalisasi dua PLTS tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Bali memperkuat pemanfaatan energi bersih. Pemerintah Provinsi Bali terus mendorong pengembangan energi terbarukan sebagai salah satu fondasi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan di Pulau Dewata. (kmb/balipost)










