Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adhy Saputra Jaya. (BP/ken)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Saat ini lagi tren pelaku kriminal memakai atribut, khususnya jaket ojek online (ojol) ketika beraksi. Bahkan mereka menyasar warga negara asing (WNA) dan membuat citra pariwisata Bali negatif. Oleh karena itu, Polresta Denpasar mengimbau komunitas ojol meningkatkan kewaspadaan dan turut serta menjaga keamanan Pulau Dewata ini.

Gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya aksi penjambretan yang menyasar wisatawan mancanegara di kawasan Kuta, menurut Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Gede Adi Saputra Jaya, Rabu (2/9) tentu menjadi perhatian serius kepolisian. Apalagi Kuta merupakan salah satu destinasi utama pariwisata Bali, sehingga rasa aman dan nyaman wisatawan harus menjadi prioritas bersama.

Baca juga:  Stimulus Ekonomi 2025: Perlindungan untuk Ojol dan Pekerja Lepas

“Setiap kejadian kriminal yang menimpa wisatawan dapat menimbulkan persepsi negatif dan berpotensi memengaruhi citra pariwisata Bali. Karena itu, Polsek Kuta bersama Polresta Denpasar terus melakukan langkah-langkah pencegahan maupun penindakan terhadap pelaku kejahatan jalanan,” tegasnya.

Iptu Adi menjelaskan upaya yang dilakukan antara lain meningkatkan patroli pada jam dan lokasi yang dianggap rawan, memperkuat kegiatan blue light patrol, melakukan pemetaan titik rawan berdasarkan laporan dan kejadian sebelumnya,  meningkatkan kegiatan sambang dan cooling system kepada masyarakat, pelaku usaha pariwisata, pengelola akomodasi dan komunitas transportasi.

Selain pencegahan, apabila terjadi tindak pidana, personel reskrim akan segera melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi, memeriksa rekaman CCTV, menelusuri kendaraan yang digunakan dan mengidentifikasi pola maupun ciri-ciri pelaku.

Baca juga:  The ASC: Harus Disiapkan Solusi Masalah OJOL

“Mengenai adanya kekhawatiran pelaku kejahatan menggunakan atribut atau modus sebagai pengemudi ojek online, kami melakukan deteksi berdasarkan indikasi dan bukti yang berkaitan dengan tindak pidana, bukan dengan mencurigai seluruh pengemudi ojol,” ujar Iptu Adi.

Mantan Kanitreskrim Polsek Mengwi ini menyampaikan identifikasi dilakukan melalui beberapa indikator, antara lain keterangan korban dan saksi, rekaman CCTV, ciri-ciri pelaku, kendaraan yang digunakan, waktu dan lokasi kejadian, serta pola kejahatan. Informasi tersebut kemudian dianalisis dan dikembangkan oleh petugas untuk mengungkap identitas pelaku.

“Kami juga mengajak komunitas dan perusahaan transportasi online untuk bersama-sama membantu menjaga keamanan. Apabila ada pengemudi yang melihat aktivitas mencurigakan atau mengetahui informasi yang berkaitan dengan tindak pidana, kami harapkan segera melaporkannya kepada kepolisian,” tandasnya.

Baca juga:  Nyalip, Pemotor Tabrak Truk

Iptu Adi menegaskan jangan sampai kasus yang dilakukan oleh oknum kemudian menimbulkan stigma terhadap seluruh pengemudi ojol. Sebagian besar pengemudi adalah masyarakat yang bekerja secara legal dan justru dapat menjadi mitra kepolisian dalam menjaga keamanan di lapangan.

“Target kami jelas, Kecamatan Kuta harus tetap menjadi kawasan wisata yang aman, nyaman dan kondusif bagi wisatawan maupun masyarakat. Keamanan pariwisata merupakan tanggung jawab bersama, dan kami mengajak seluruh stakeholder untuk ikut menjaga citra positif Bali sebagai destinasi wisata yang aman,” tutupnya.(Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN