
SINGARAJA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Buleleng terus mempercepat penuntasan peningkatan Jalan SP3 Jn. Bukti (Jalan Merak–Tunjung Br. Desa Tonggak) yang menghubungkan wilayah Desa Bukti dan Desa Tunjung. Hingga awal September 2026, progres pengerjaan ruas jalan tersebut telah melampaui target yang ditetapkan.
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra saat meninjau langsung pengerjaan jalan tersebut, Selasa (1/9) sore, mengatakan pekerjaan pada seksi satu kini memasuki tahap penyelesaian bahu jalan. Penghamparan aspal hotmix pada badan jalan telah rampung dan selanjutnya pekerjaan akan dilanjutkan pada seksi dua.
“Sekarang tinggal memasang bahu jalan, hamparan hotmix-nya sudah selesai. Nanti dilanjutkan untuk section dua,” ujar Sutjidra.
Menurutnya, hasil pengerjaan badan jalan sejauh ini cukup baik. Ia menilai kualitas aspal yang digunakan, termasuk ketebalannya, lebih baik dibandingkan pengerjaan ruas sebelumnya di wilayah Desa Tunjung.
“Ini aspalnya cukup bagus, tebal. Lebih tebal dari yang di Tunjung pertama. Yang pertama mungkin sudah dicoba, ini hasil pengembangannya,” katanya.
Sutjidra menjelaskan, peningkatan Jalan Bukti-Tunjung yang dikerjakan pada 2026 memiliki panjang sekitar 3 kilometer dengan nilai anggaran Rp6,3 miliar. Pekerjaan tidak hanya mencakup badan jalan, tetapi juga pembangunan bahu jalan untuk memperkuat konstruksi sekaligus meningkatkan ketahanan ruas jalan.
“Untuk proyeknya, selain badan jalan, ada bahu jalan dengan ukuran 1 meter dan setengah meter,” jelasnya.
Sebelumnya, Pemkab Buleleng telah menyelesaikan tahap pertama peningkatan Ruas Jalan SP3 Jn. Bukti (Jalan Merak–Tunjung Br. Desa Tonggak) sepanjang sekitar 3,1 kilometer pada 2025. Pengerjaan tahap pertama tersebut berlokasi di wilayah Desa Tunjung.
Pembangunan secara bertahap ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Buleleng menuntaskan akses jalan yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat. Dengan tersambungnya ruas jalan tersebut, konektivitas antara wilayah Desa Bukti dan Desa Tunjung diharapkan semakin baik.
Terkait penyelesaian proyek lanjutan tahun ini, Sutjidra mengatakan pekerjaan ditargetkan rampung pada 29 Oktober 2026. Namun, melihat perkembangan di lapangan, ia optimistis pengerjaan dapat selesai lebih cepat dari target.
“Targetnya 29 Oktober sudah harus selesai. Tapi melihat progresnya sekarang, harusnya sudah selesai. Kita optimistis ini selesai. Deviasinya sudah lebih dari 8 persen dari target,” ungkapnya. (Nyoman Yudha/balipost)










