
SINGASANA, BALIPOST.com – Kepulan asap masih terlihat dari tumpukan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Mandung, Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Senin (31/8), lima hari setelah munculnya ledakan gas metan yang memicu kebakaran. Meski tidak lagi ditemukan titik api, petugas masih melakukan penyemprotan dan pengurugan untuk mendinginkan timbunan sampah dan menekan kemunculan asap.
Kepala UPTD TPA Mandung, I Wayan Atmaja mengatakan, titik api yang sempat terlihat sejak Rabu (26/8) hingga Jumat (28/8) kini sudah tidak ada. Namun, asap masih keluar dari bagian bawah tumpukan sampah akibat panas yang belum sepenuhnya mencapai lapisan dalam timbunan. “Api sudah tidak ada. Sekarang tinggal asap dari bekas-bekas kebakaran yang keluar dari tumpukan sampah,” ujar Atmaja.
Menurutnya, proses pendinginan masih dilakukan secara rutin dua kali sehari, yakni pada pagi dan sore. Penyemprotan dilakukan untuk menurunkan suhu pada timbunan sampah, meski air yang disiram belum mampu menjangkau bagian terdalam tumpukan.
Untuk mendukung penanganan, petugas menggunakan mobil tangki berkapasitas 3.000 liter. Air terlebih dahulu ditempatkan di bak penampungan sebelum dibawa ke titik yang berada di bagian atas timbunan. Petugas juga membuat lubang penampungan air di bagian atas untuk membantu proses penyiraman dan pendinginan.
Selain penyiraman, pengurukan terus dilakukan pada area bekas munculnya api. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi masuknya oksigen ke dalam timbunan sekaligus menekan kembali munculnya titik api.
Atmaja menegaskan, penanganan saat ini lebih difokuskan untuk mengurangi kepulan asap dan memastikan aktivitas rutin di TPA tetap berjalan. Petugas tidak hanya berkonsentrasi pada penanganan bekas kebakaran, tetapi juga tetap menjalankan pekerjaan harian, termasuk pengomposan dan pengolahan tinja.
“Fokus kami sekarang mengurangi kemunculan asap. Di sisi lain, tugas harian tetap berjalan, seperti pengomposan dan pengolahan tinja,” katanya.
Sebelumnya, kemarau panjang memicu ledakan gas metan di sisi selatan TPA Mandung. Kondisi tersebut menimbulkan titik api dan kepulan asap dari timbunan sampah. Panas yang terperangkap di dalam tumpukan sampah diduga menjadi salah satu pemicu munculnya api.
Setelah titik api muncul, petugas meningkatkan penyiraman dan pengurugan untuk mencegah api kembali menyala maupun meluas ke bagian timbunan lainnya. Hingga kini, upaya pendinginan dan pengurukan masih dilakukan secara bertahap. (Puspawati/balipost)










