Ilustrasi. (BP/dok)

NEGARA, BALIPOST.com – Seorang pekerja migran asal Desa Perancak, Jembrana, I Komang Tedy Arsa Bantara Putra diketahui meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas beruntun di Guyana, Amerika Selatan. Peristiwa tragis yang merenggut nyawa Tedy terjadi di ruas Jalan Raya Timehri, pada Jumat dini hari waktu setempat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, musibah ini bermula ketika korban baru saja mendarat di bandara. Ia kemudian dijemput oleh armada travel yang disediakan pihak perusahaan beserta rombongan lainnya.

Nahas, dalam perjalanan menuju lokasi kerjanya, kendaraan yang ditumpangi Tedy terlibat tabrakan mematikan. Kepolisian setempat hingga kini masih mendalami insiden tersebut, mengingat kecelakaan ini melibatkan tiga kendaraan sekaligus.

Baca juga:  Kasus Penusukan Dua Remaja, Pelaku Ditangkap di Lobar

Selain Tedy, satu Warga Negara Indonesia (WNI) lainnya atas nama Edy Ansyori Sukri turut dilaporkan menghembuskan napas terakhir di lokasi kejadian. Saat ini, keluarga korban di Bali masih terus menjalin komunikasi intensif dengan berbagai pihak guna mengupayakan kepulangan jenazah ke Tanah Air.

Perbekel Perancak, I Nyoman Wijana, Senin (31/8) membenarkam musibah yang menimpa salah satu warganya tersebut. Dari informasi korban mengalami kecelakaan sesaat setelah tiba di negara tujuan.

“Sesuai dengan laporan kewilayahan, informasinya memang valid. Korban mengalami kecelakaan di luar negeri. Yang bersangkutan baru saja dijemput di bandara oleh mobil travel untuk diantar ke tempat kerjanya,” ungkap Wijana kepada wartawan.

Baca juga:  Peringatan Siwaratri, PHDI Imbau Umat Hindu Batasi Kegiatan Keagamaan

Lebih lanjut Wijana menjelaskan, kabar duka tersebut pertama kali diterima oleh pihak keluarga langsung dari manajemen perusahaan tempat Tedy bernaung. Merespons hal ini, perangkat Desa Perancak langsung turun mendampingi keluarga korban untuk membantu mengurus segala keperluan kelengkapan administrasi.

Menurut keluarga, ini adalah keberangkatannya yang kedua kali. Korban baru saja berangkat pada 26 Agustus lalu untuk kembali bekerja di kapal offshore. Terkait proses pemulangan jenazah, saat ini masih dalam tahap koordinasi.

Baca juga:  Tabrakan Maut di Kedonganan, Dua Orang Meninggal

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) Kabupaten Jembrana, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi, menyatakan bahwa jajarannya saat ini tengah melakukan pengumpulan data awal terkait status korban. Guna memastikan kelancaran pemulangan jenazah, pihaknya telah bergerak cepat menjalin komunikasi dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI).

“Secara lisan kami sudah berkoordinasi dengan pihak BP3MI dan juga aparat desa setempat. Rencananya, Senin besok kami akan turun langsung mengunjungi rumah duka,” tegas Mirah. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN