Ni Luh Ketut Wardani. (BP/Dokumen)

BANGLI, BALIPOST.com – Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Kabupaten Bangli terus memantau dan mengawal proses pemulangan jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bangli, PAMW (19), yang meninggal dunia di Jepang. PAMW ditemukan meninggal dunia pada Minggu (16/8) di kamar mandi apartemen tempat tinggalnya, hanya sepuluh hari setelah resmi bekerja di bidang pemotongan daging.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Kabupaten Bangli, Ni Luh Ketut Wardani, mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak sejak awal menerima kabar duka tersebut. “Kami dari Disnaker Bangli sejak awal mendapatkan informasi meninggalnya almarhum sudah langsung berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pihak keluarga, Perbekel, pihak LPK, BP3MI Bali, dan Kadisnaker Provinsi Bali,” ujar Wardani saat dikonfirmasi Selasa (25/8).

Baca juga:  Volume Sampah saat IBTK Besakih Alami Kenaikan, Rerata Capai 10 Ton Per Hari

Terkait kepastian jadwal pemulangan jenazah, Wardani menjelaskan bahwa komunikasi intensif terus dilakukan setiap hari bersama LPK yang memberangkatkan korban.

Saat ini, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jepang bersama biro jasa setempat sedang memproses seluruh kesiapan pemulangan jenazah. “Terkait percepatan pemulangan, setiap hari kami berkomunikasi dengan pihak LPK-nya. Saat ini pihak KBRI masih mengurus kesiapan pemulangan dengan biro jasa di sana. Informasi hari ini, besok akan diinfo tanggal pemulangan almarhum,” kata Wardani.

Tak hanya mengawal proses pemulangan, Disnaker Bangli juga memantau pemeriksaan penyebab pasti meninggalnya korban. “Kami sudah bersurat ke BP3MI Bali untuk dibantu berkoordinasi dengan pihak KBRI Jepang. Selain itu, tim LPK sebanyak tiga orang juga sudah berada di Jepang selama ini untuk ikut mengurus dan melakukan pendampingan dalam pemeriksaan almarhum,” tambah Wardani.

Baca juga:  Diduga Serangan Jantung, Penumpang Kapal Meninggal

Berdasarkan informasi PAMW berangkat ke Jepang pada 1 Juli 2026. Sebelum mulai bekerja, terlebih dahulu menjalani karantina selama satu bulan.

PAMW diduga meninggal akibat ulah pati. Peristiwa itu diketahui setelah korban tidak masuk kerja seperti biasanya.

Kabar duka tersebut telah diterima pihak keluarga di, Bangli. Hingga kini, pihak keluarga belum bisa memastikan kapan jenazah akan dipulangkan ke Bali. Proses kepulangan masih diurus LPK yang memberangkatkan korban.

Baca juga:  Berbagi untuk Negeri, Warga Peroleh Bantuan Sembako

Meninggalnya PAMW menyisakan duka mendalam bagi keluarga. Kerabat korban mengaku tidak pernah membayangkan kejadian ini. PAMW yang dikenal berkepribadian tenang tidak pernah mengeluhkan kendala pribadi maupun pekerjaan.

Sebelum ditemukan meninggal pada Minggu, PAMW diketahui masih sempat melakukan panggilan video (video call) dengan adiknya pada Sabtu (15/8) malam tanpa menunjukkan gelagat aneh.

Bibi korban, mengatakan PAMW rutin memang menelepon adik dan keluarga lainnya hampir setiap hari. “Setiap hari nelpon setelah pulang kerja,” ujarnya.

Ia juga beberapa kali mengaku senang bekerja di Jepang. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN