Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra sedang meninjau sejumlah UMKM di BulFest 2026. (BP/Istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Buleleng Festival 2026 resmi ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna di Panggung Utama Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja, Minggu (23/8).

Selama pelaksanaan, festival mencatat perputaran ekonomi mencapai Rp3,091 miliar lebih. Angka tersebut diperkirakan masih bertambah hingga mencapai Rp3,6 miliar lebih sampai seluruh rangkaian kegiatan berakhir.

Perputaran ekonomi tersebut menjadi salah satu indikator dampak positif Buleleng Festival terhadap pelaku usaha lokal. Sebanyak 105 UMKM Buleleng ikut ambil bagian dalam festival yang menghadirkan beragam produk, mulai dari kriya, kuliner, olahan pangan hingga fesyen.

Baca juga:  Isuzu Berikan Beasiswa untuk Anak Berprestasi

Ratusan UMKM tersebut menempati tiga zona. Zona A diisi 48 tenan, Zona B sebanyak 38 tenan, sedangkan Zona C ditempati 19 tenan.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengatakan, festival selama enam hari tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk menampilkan seni dan budaya Buleleng. Kegiatan ini juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk sekaligus memperluas pasar.

“Selama enam hari ini masyarakat telah menyaksikan dan merasakan kekayaan seni, budaya, kuliner, dan kreativitas warga Buleleng yang memancarkan energi positif bagi pariwisata dan perekonomian daerah,” ujarnya.

Baca juga:  Lima Pelaku Pencurian Kayu Hutan Ditangkap

Menurut Sutjidra, dari sisi ekonomi, Buleleng Festival membuka ruang seluas-luasnya bagi UMKM untuk memasarkan produk kreatif dan kuliner khas Buleleng. Festival juga menjadi sarana memperkuat jaringan pasar sekaligus mendorong generasi muda untuk terus berkarya.

Sementara dari sisi budaya, festival menjadi wadah pelestarian sekaligus inovasi. Tradisi dan kreativitas modern dipadukan sehingga kebudayaan Buleleng tetap hidup dan relevan dengan perkembangan zaman.

Sutjidra mengajak masyarakat membawa semangat “Uriping Rasa” dalam kehidupan sehari-hari. Semangat tersebut diwujudkan dengan terus melestarikan budaya, saling menghargai, memperkuat gotong royong serta mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan.

Baca juga:  Disinyalir, Banyak WNA Geluti UMKM di Badung

Pemkab Buleleng, lanjutnya, berkomitmen terus mendukung pengembangan kebudayaan dan ekonomi kreatif melalui berbagai program yang berpihak kepada pelaku seni dan UMKM.

“Semoga hasil dan semangat festival ini memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat Buleleng,” tutupnya. (Nyoman Yudha/balipost)

BAGIKAN