
BANGLI, BALIPOST com – Perumda Air Minum Tirta Danu Arta (PDAM) Bangli memastikan pasokan air kepada pelanggan masih aman di tengah musim kemarau. Debit sumber mata air secara umum masih stabil, tidak mengalami penurunan.
‘Untuk sementara aman,” kata Kabag Teknik Perumda Air Minum Tirta Danu Arta Bangli, I Wayan Gunawan.
PDAM Bangli saat ini memanfaatkan 22 sumber mata air untuk melayani kebutuhan masyarakat. Karakteristik sumber mata air di Bangli yang tergolong baik membuat debit air tetap terjaga meski kemarau.
Meski debit air aman, konsumsi air dipastikan meningkat khususnya di Kecamatan Kintamani. Kata Gunawan minimnya curah hujan membuat para petani di kawasan Kintamani mengandalkan air PDAM untuk menyiram lahan pertanian.
“Kalau musim hujan, pelanggan banyak menampung air hujan di tandon atau cubang untuk pertanian,” jelasnya.
Peningkatan konsumsi air ini membuat PDAM memperketat pengaturan distribusi di Kintamani agar jatah air terbagi merata. Pasokan utama Kintamani selama ini mengandalkan mata air Pebini di Desa Catur dengan debit 35 liter per detik untuk melayani sekitar 6.000 pelanggan.
Guna menjamin pemerataan aliran ke pelanggan, PDAM menerapkan langkah penyesuaian jadwal pengaliran. Saat musim kemarau, pola distribusi tetap dilakukan setiap dua hari sekali. Namun durasi aliran berkurang menjadi sekitar sembilan jam dari kondisi normal sekitar 12 jam.
Sementara itu, terkait pasokan dan konsumsi air di tiga kecamatan lainnya yakni Bangli, Susut dan Tembuku, Gunawan mengatakan masih normal dan stabil. (Dayu Swasrina/balipost)










