Warga Banjar Batumadeg, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem mulai membeli air bersih di musim kemarau ini.(BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Hadapi musim kemarau 2026, sejumlah warga Besakih mulai mengalami krisis air bersih. Atas kondisi itu, warga saat ini mulai membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Salah seorang warga di Banjar Dinas Batumadeg, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, I Nyoman Sumerta mengungkapkan, air bersih yang disimpan di cubangnya saat musim penghujan telah habis digunakan. Atas kondisi itu, dirinya mulai membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari. “Air di cubang sudah lama habis, saya sudah tiga kali membeli air bersih. Satu truk air bersih harganya Rp 200 ribu,” ujarnya, Rabu (19/8).

Baca juga:  Perayaan HUT ke-127 Kota Negara, Bupati Tamba Lepas Balon Bersama Forkompimda Jembrana

Sumerta mengatakan, satu truk air bersih yang dibelinya tidak bertahan lama. Dengan berbagai kebutuhan, mulai dari masak, mandi dan yang lainnya, satu truk air hanya dipergunakan beberapa minggu. “Paling lama air digunakan tiga minggu, setalah habis, kembali membeli air,” katanya.

Penjual air bersih, Wayan Wardana mengatakan, dirinya sehari bisa berangkat mengambil air bersih di sumber mata air Arca, Desa Menanga, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem. “Tadi baru empat kali dapat jual air, nanti ngambil lagi sekali,” ujarnya.

Baca juga:  Cuaca Ekstrem Ancam Tabanan, Pemkab Percepat Review Kajian Risiko Bencana

Wardana menjelaskan, kalau dirinya setiap hari mencari air untuk di jual ketika musim panas seperti saat ini. “Setiap hari ambil air, satu truk air bersih saya jual Rp 200 ribu,” katanya. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN