
JAKARTA, BALIPOST.com – Sebanyak 31 kali gempa susulan pada Sabtu (15/8) terjadi pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
Menurut Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto informasi terkait gempa susulan itu dilaporkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Dari 31 kali gempa susulan itu, ada empat yang tercatat memiliki magnitudo cukup besar.
“Yang pertama, gempa susulan yang cukup besar magnitudonya 6,2, pada pukul 05.13, hampir sama dengan gempa yang pertama, di kedalaman 10 km dan tetap berada di laut,” katanya dilansir dari Kantor Berita Antara.
Gempa susulan kedua, bermagnitudo 5,5, pukul 05.13 lewat 53 detik, dengan kedalaman 10 km di bawah laut.
Yang ketiga, gempa dengan kekuatan magnitudo 6,2 di kedalaman 10 km di bawah laut pada pukul 05.28.
Gempa susulan yang ke-4 dengan magnitudo 5,6 pada pukul 05.37.
“(Gempa susulan) yang cukup besar ini ada di pagi hari. Sejak pukul 07.00 pagi sampai sekarang sudah tidak ada lagi gempa-gempa dengan magnitudo besar,” kata Suharyanto.
Sebelumnya, gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu pukul 04.58 WIB.
Badan Meteorologi Kilimatologi dan Geofisika (BMKG) sempat menyatakan peringatan dini tsunami, namun kemudian peringatan tersebut berakhir pada pukul 07.30 WIB.
Data pemutakhiran pada Sabtu pukul 15.00 WIB, akibat gempa tercatat menyebabkan 38 orang meninggal dunia, dua orang mengalami luka berat, dan 11 orang lainnya luka-luka ringan. (kmb/balipost)










