Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengevakuasi tiga korban tertimpa reruntuhan bangunan akibat gempa magnitudo 7,7 di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengevakuasi tiga korban tertimpa reruntuhan bangunan akibat gempa magnitudo 7,7 di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Jadi, tiga korban tersebut telah dievakuasi; satu di antaranya meninggal dunia dan dua orang mengalami luka-luka,” kata Deputi Operasi Basarnas Edy Prakoso di Jakarta, Sabtu (15/8).

Dikutip dari Kantor Berita Antara, Edy mengatakan proses evakuasi dilakukan oleh tim SAR gabungan di kawasan Pelabuhan Lauren Say Maumere, Kabupaten Sikka. Bangunan dilaporkan roboh pascagempa yang pusatnya berada di kedalaman 15 kilometer arah timur laut Mbay, Nagekeo pagi ini.

Baca juga:  Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J, 78 Adegan Diperagakan Para Tersangka

“Saat terjadi gempa, bangunan yang berada di Pelabuhan Lauren Say Maumere-Sikka roboh dan menimpa warga,” kata dia.

Kantor SAR Maumere mengkonfirmasi korban meninggal dunia teridentifikasi atas nama Meliana Nenong (54), seorang perempuan. Seluruh korban, baik meninggal dunia maupun luka-luka, telah dievakuasi oleh tim SAR gabungan menuju RSUD T.C. Hillers Maumere untuk mendapatkan penanganan medis dan pemulasaraan.

“Jadi tiga korban, mereka berhasil dievakuasi, satu di antaranya meninggal dunia dan dua orang mengalami luka-luka,” kata dia.

Baca juga:  Harga Emas Pegadaian Melemah, Antam Justru Naik Rp30 Ribu per Gram

Edy menjelaskan bahwa tim SAR gabungan termasuk personel Kantor SAR Maumere saat ini dikerahkan ke pusat dampak di Kabupaten Nagekeo serta lokasi terdampak lainnya guna memperluas penyisiran dan evakuasi.

Basarnas terus berkoordinasi secara intensif dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat serta unsur TNI-Polri untuk mengonsolidasikan pendataan seluruh korban dan memastikan penanganan darurat di lapangan berjalan cepat. (kmb/balipost)

BAGIKAN