Anggota Ditpolairud Polda Bali melaksanakan patroli di Selat Badung. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Transportasi laut akhir-akhir ini rawan mengalami lakalaut karena angin kencang dan gelombang tinggi. Oleh karena itu, Ditpolairud Polda Bali memetakan titik krusial seperti Padangbai dan Gilimanuk. Jalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk bahkan menjadi prioritas pengawasan.

Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Bali, AKBP Rina Isriana Dewi, Kamis (13/8), menjelaskan, dari laporan yang diterimanya, menghadapi cuaca ekstrem Ditpolairud bersinergi aktif dengan instansi terkait untuk memastikan kapal penumpang, terutama yang berkapasitas besar, laik berlayar.

“Ditpolairud Polda Bali bersama KSOP atau kesyahbandaran dan otoritas pelabuhan secara rutin melakukan pemeriksaan. Pemeriksaan tersebut terkait manifes penumpang, dokumen pelayaran, dan kesiapan ABK di dermaga,” ujarnya.

Baca juga:  Ditpolairud Jaga Kebersihan dan Kelestarian Pantai

Mengacu pola nasional di lintasan strategis Jawa–Bali, AKBP Rina menjelaskan, inspeksi kelaiklautan dilakukan tim gabungan Ditpolairud, KSOP, dan instansi terkait lainnya. Objek pemeriksaan meliputi administrasi kapal dan ABK, alat komunikasi, pelampung keselamatan, P3K, dan kapasitas penumpang untuk menghindari overkapasitas. Kapal yang ditemukan ada ketidaksesuaian akan dilarang beroperasi sampai persyaratan dipenuhi.

“Prinsipnya, keselamatan pelayaran adalah prioritas utama sehingga pemeriksaan dilakukan berkala agar seluruh kapal memenuhi standar keselamatan,” tegasnya.

Personel Polairud juga ditempatkan di titik strategis pelabuhan dan melaksanakan patroli rutin. Pada pengamanan arus mudik, Polairud mengerahkan kapal patroli dan personel untuk memantau lalu lintas laut agar tidak terjadi kecelakaan. Polri juga menyiagakan kapal-kapal patroli berkecepatan hingga 30 knots dengan daya jelajah 10 hari, dilengkapi peralatan keselamatan untuk patroli, pertolongan pertama/SAR awal, dan respons cepat darurat di laut.

Baca juga:  Pemalsuan KTP Diungkap Polairud, Ini Pelakunya

Jika terjadi lakalaut, Polairud berkoordinasi dengan TNI, Basarnas, ASDP, dan stakeholder pelayaran lainnya. “Contoh implementasi, di jalur strategis disiagakan puluhan kapal gabungan dan ratusan personel lintas instansi untuk penanganan cepat darurat. Saat kejadian KM Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, Polda Jatim mengerahkan 6 unit kapal Polairud dan satu helikopter Polri untuk pencarian serta evakuasi korban,” ucap Rina.

Disamping itu, perhitungan kebutuhan alat keselamatan seperti life jacket, kesiapan armada, hingga skenario evakuasi dilakukan berbasis data real-time untuk meminimalkan fatalitas. Secara umum, Ditpolairud Polda Bali bertugas memastikan pelabuhan aman, mengawasi kapal yang beroperasi, memeriksa kelengkapan dokumen, serta melakukan pengamanan dan penegakan hukum terhadap aktivitas pelayaran agar berjalan sesuai aturan.

Baca juga:  Ngerebong di Kesiman Diawali Kober Pura Meregan

Dengan pengawasan melekat bersama KSOP, Kemenhub, ASDP dan operator, serta kesiapsiagaan personel dan kapal patroli, Polda Bali melalui Ditpolairud berkomitmen menciptakan transportasi laut yang tertib, aman, dan nyaman. Masyarakat juga diimbau memanfaatkan layanan darurat 110 untuk laporan cepat. (Kerta Negara/balipost)

 

BAGIKAN