I Gede Abdi Cahyanta Wiguna (alm). (BP/istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Perayaaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-81 di Kabupaten Karangasem diselimuti duka mendalam. Salah satu peserta gerak jalan 17 km atas nama I Gede Abdi Cahyanta Wiguna berpulang diduga mengalami dehidrasi parah serta memiliki penyakit bawaan yang tidak terdeteksi sebelumnya saat mengikuti kegiatan lomba gerak jalan 17 km putra, pada Senin (10/8).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum mengikuti lomba gerak jalan tersebut, Abdi Cahyanta dikabarkan dalam kondisi kurang fit. Sehari sebelumnya, ia disebut sempat mengalami diare. Meski demikian, ia tetap bersemangat mengikuti perlombaan gerak jalan tersebut.

Setelah melakukan perjalan, dan tepatnya saat melintasi rute Jasri–A. Yani, kondisinya tiba-tiba menurun hingga akhirnya tumbang. Bahkan, sebelum tumbang ia sempat diminta untuk tidak melanjutkan perjalanan dengan melihat kondisinya yang kurang bagus. Namun dengan semangat ia tetap memaksakan diri untuk tetap berjalan. Dan setelah tumbang, ia kemudian dilarikan ke RSUD Karangasem untuk mendapatkan penanganan medis.

Baca juga:  Gunakan Sabu, Pengepul Batu Tabas Dibekuk

Namun, karena kondisinya terus memburuk, setelah mendapatkan penanganan kurang lebih sekitar tiga sampai empat jam, ia akhirnya dirujuk ke RSUP Prof. Ngoerah Denpasar. Berbagai upaya telah dilakukan oleh tim medis, namun tetapi takdir berkata lain, Abdi Cahyanata akhirnya mengembuskan napas terakhir.

Sementara itu, Kabid Pelayanan RSUD Karangasem, I Gusti Lanang Putu Udiyana mengatakan, saat menerima pasien yakni Abdi Cahyanta dalam kondisi sudah tidak sadarkan diri. Sebelum dirujuk ke RSUP Prof. Ngoerah Denpasar, ia mendapatkan penanganan tim medis di RSUD Karangasem beberapa jam. Namun, setelah kondisinya terus mengalami penurunan, pasien akhirnya dirujuk ke Denpasar.

Baca juga:  Pengusaha Asal Tabanan, IB Raka Meninggal Dunia

“Kita sudah berikan penanganan kurang lebih sekitar tiga sampai dengan empat jam, setelah itu baru diputuskan pasien dirujuk ke RSUP Prof. Ngoerah Denpasar. Kami menduga pasien mengalami dehidrasi parah, dan diduga memiliki penyakit bawaan yang tidak terdeteksi sebelumnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasek SMAN 2 Amlapura , I Wayan Puja Astawa, membenarkan salah satu anak didiknya, atas nama I Gede Abdi Cahyanta Wiguna yang sebelumnya mengikuti lomba gerak jalan 17 km putra berpulang. “Ya benar, satu anak didik kami Cahyanta Wiguna berpulang. Kepergian ini meninggalkan duka dan kehilangan yang mendalam bagi keluarga besar SMA Negeri 2 Amlapura,” ucapnya.

Baca juga:  Minum Bir Tiap Hari, Berikut Dampak Negatifnya

Puja Astawa mengatakan, pihaknya mengucapkan banyak terima kasih atas setiap kebaikan, perjuangan, dan kenangan yang telah ditorehkan selama menjadi bagian dari keluarga SMANDAPURA. “Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi kepergian ini,” katanya.

Disinggung apakah siswa mengalami sakit sebelum mengikuti lomba gerak jalan 17 km tersebut, Puja Astawa menegaskan, anak didiknya itu tidak pernah mengeluh atau mengalami sakit. “Menurut infomasi yang kami dapat dari orang tua, sebelumnya tidak ada mengalami sakit,” imbuhnya sembari menyatakan, pihaknya sudah mendampingi  anak didiknya saat menjalani perawatan di rumah sakit, serta menyiapkan donor ke rumah sakit. “Kami akan melayat setelah pihak keluarga sudah berada di rumah duka,” imbuh Puja Astawa. (Eka Prananda/balipost)

 

BAGIKAN