
DENPASAR, BALIPOST.com – Harga beras premium di pasaran cenderung di atas harga eceran tertinggi (HET). HET beras premium yakni Rp74.500 per 5 kilogram, sementara di pasaran kerap di atas Rp80.000 per 5 kilogram. Penyaluran beras premium Bulog pun didorong untuk diperluas guna memberikan pilihan bagi masyarakat dan menekan harga di pasaran.
Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Bali, Simon Melkisedek Lakap, Sabtu (8/8), mengatakan, pihaknya terus memperkuat upaya menjaga ketersediaan dan keterjangkauan beras, salah satunya lewat perluasan distribusi ke berbagai jaringan ritel modern. Dikatakannya, sepanjang tahun 2026, Bulog Kanwil Bali telah menyalurkan sekitar 850 ton beras premium ke ritel modern baik skala lokal ataupun nasional.
Beras dengan HET Rp14.900 per kilogram atau Rp74.500 per 5 kilogram ini dijual di ritel modern dengan merk Befood Punokawan dan Befood Setra Ramos. Selain beras premium, pihaknya juga menyalurkan beras medium SPHP ke ritel modern dengan HET Rp12.500 per kilogram.
Hingga saat ini tercatat sekitar 300 ton beras medium SPHP disalurkan ke berbagai jaringan ritel modern. “Penyaluran ini untuk memperluas akses masyarakat terhadap beras berkualitas sekaligus mendukung penguatan ketahanan pangan daerah,” katanya.
Kehadiran produk-produk tersebut diharapkan dapat menjadi pilihan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan pokok dengan harga yang sesuai ketentuan pemerintah. Untuk memastikan ketersediaan produk di tingkat ritel, pihaknya melakukan monitoring ke sejumlah jaringan ritel modern di Kota Denpasar beberapa waktu lalu.
Kegiatan tersebut bertujuan memastikan beras Bulog tersedia di rak penjualan serta dipasarkan sesuai dengan ketentuan harga yang telah ditetapkan pemerintah. “Dari hasil monitoring, penjualan sudah sesuai HET,” katanya.
Saat ini, Simon mengatakan, posisi stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikuasai Perum Bulog Kanwil Bali mencapai 12.150 ton, dengan proyeksi ketahanan stok yang mencukupi kebutuhan masyarakat selama kurang lebih 10 bulan ke depan. Perum Bulog Kanwil Bali juga terus memperkuat koordinasi dan kerja sama dengan pemerintah daerah, pengelola ritel modern, pelaku usaha pangan, serta seluruh pemangku kepentingan guna memastikan distribusi beras premium maupun medium berjalan lancar.
Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras sehingga masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pangan secara mudah, merata, dan berkelanjutan. (Widiastuti/balipost)










