
BANGLI, BALIPOST.com – Capaian pendaftaran bantuan sosial (bansos) digital melalui program Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Kabupaten Bangli telah mencapai lebih dari 69 persen per awal Agustus. Angka ini melampaui target awal Pemkab Bangli sebesar 60 persen pada akhir Juli.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfosan) Kabupaten Bangli, I Nyoman Murditha, menyatakan cakupan pendaftaran di Bangli saat ini menjadi yang tertinggi di Provinsi Bali, sekaligus salah satu yang tertinggi di tingkat nasional. Pendaftaran dilakukan secara mandiri oleh masyarakat maupun dibantu oleh relawan/agen. “Pendaftaran sudah cukup baik. Informasi dan pentingnya pendaftaran Perlinsos sudah dipahami masyarakat,” kata Murditha.
Meski capaian terbilang tinggi, Murditha mengungkapkan pendaftaran di lapangan masih menemui kendala yakni berkaitan dengan jaringan internet. Di Kecamatan Kintamani, terdapat 13 banjar dinas yang mengalami blank spot atau tidak ada sinyal internet, sementara beberapa banjar dinas di Kecamatan Tembuku juga mengalami kendala jaringan serupa.
Untuk mengatasi pendaftaran di area blank spot, Murditha mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan tim. Diskominfo berencana memobilisasi warga ke titik lokasi terdekat yang memiliki akses internet.
“Kami akan bicarakan lebih lanjut dengan tim dibawah arahan bapak sekda, dinsos, diskominfo dan dukcapil bersama camat. kita akan koordinasi lebih lanjut bagaimana memobilisasi warga,” ujarnya.
Selain masalah sinyal, kendala teknis seperti aplikasi Perlinsos yang kerap lambat atau error juga menjadi laporan para agen dan perangkat desa. “Harapan kedepan sistem bisa diperkuat oleh pemerintah pusat sehingga pada saat pendaftaran masyarakat lebih stabil dan cepat. Mungkin infratruktur jaringan diperkuat, data center di pusat diperkuat sehingga proses pendaftaran lebih cepat,” jelasnya.
Lebih lanjut dikatakan bahwa pemerintah pusat menargetkan seluruh proses pendaftaran selesai pada akhir Agustus. Pemkab Bangli memproyeksikan target pendaftaran realistis berada di angka 90 persen ke atas hingga pertengahan Agustus. Target 100 persen diperkirakan sulit tercapai karena terdapat sejumlah warga Bangli yang saat ini berdomisili di luar daerah. (Dayu Swasrina/balipost)










