Luasan sawah yang menjadi andalan Tabanan dalam menjaga ketersediaan pangan. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Menghadapi ancaman kerawanan pangan yang sewaktu-waktu dapat muncul di tengah musim kemarau, Pemkab Tabanan memastikan stok cadangan beras pemerintah (CPP) tetap aman. Hingga awal Agustus 2026, hampir 30 ton beras disiagakan untuk mengantisipasi bencana alam, gagal panen, maupun kondisi darurat yang berdampak terhadap masyarakat.

Total stok CPP yang tersedia tercatat 29,811 ton. Cadangan tersebut saat ini dititipkan di Perusda Sanjayaning Singasana dan dapat digelontorkan apabila terjadi kondisi yang membutuhkan intervensi pangan pemerintah.

Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Tabanan, I Gusti Agung Gede Khirsna Kamasan, mengatakan keberadaan CPP menjadi salah satu langkah pemerintah menjaga ketahanan pangan daerah.

Baca juga:  Jamnas MB Club Ina Digelar di Bali, 10 Ribuan Partisipan akan Hadir

Selain untuk penanganan bencana, cadangan tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi. “Cadangan ini digunakan ketika terjadi bencana seperti banjir atau petani mengalami gagal panen, misalnya karena serangan hama. Bantuan akan segera disalurkan kepada masyarakat yang terdampak,” ujarnya, Kamis (6/8).

Menurut Khirsna, penyaluran CPP tidak dilakukan secara otomatis. Bantuan terlebih dahulu harus melalui proses verifikasi dan validasi BPBD Tabanan. Selanjutnya, distribusi dilakukan setelah terdapat penetapan kondisi darurat melalui Surat Keputusan (SK) Bupati.

Baca juga:  Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Prabowo Tinjau Tambak Nila

Besaran bantuan disesuaikan dengan kondisi dan dampak bencana yang terjadi. Dalam ketentuan penyaluran, bantuan beras dapat diberikan maksimal selama 60 hari dengan alokasi sekitar 250 gram per orang per hari.

Kesiapsiagaan tersebut dinilai penting mengingat kondisi musim kemarau berpotensi memengaruhi produksi pertanian apabila terjadi kekurangan air atau serangan organisme pengganggu tanaman. Dengan stok yang telah diamankan, pemerintah memiliki cadangan yang dapat segera digunakan ketika masyarakat mengalami gangguan akses pangan.

Baca juga:  FOTO Bali Festival 2026 Digelar di Nuanu, Perkuat Jejaring Fotografi Dunia

Catatan Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Tabanan menunjukkan, sepanjang 2024 lalu penyaluran CPP mencapai sekitar 11 ton. Sedangkan hingga pertengahan 2026, belum ada beras cadangan yang disalurkan lantaran belum terdapat bencana maupun kondisi darurat yang membutuhkan bantuan pangan. “Untuk tahun ini belum ada penyaluran karena situasi masih aman. Namun stok tetap kami siapkan sebagai langkah antisipasi,” pungkas Khirsna Kamasan. (Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN