
AMLAPURA, BALIPOST.com – Menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-81, penjual bendera musiman mulai berjamur di Kabupaten Karangasem. Mereka menjajakan bendera merah putih berbagai ukuran di pinggir jalan yang ada di sejumlah titik di Bumi Lahar.
Salah seorang penjual bendera asal Bandung, Amas Alek mengaku, kalau dirinya mulai berjualan sejak tiga hari yang lalu di pinggir jalan raya Diponegoro, Karangasem. “Omzet jualannya masih sangat sedikit hingga, paling banyak dapat Rp 200 ribu sehari,” kata Alek, Senin (3/8).
Alek mengatakan, kalau di kampung halamannya dirinya seorang penjahit, namun setiap tahun menjelang hari Kemerdekaan rutin menjadi penjual bendera. Ia mengatakan, kalau bekerja bersama seseorang yang merupakan penyuplai bendera, dan ditempatkan di Karangasem bersama dengan enam orang temannya.
“Saya mulai jualan sejak pukul 07.00 Wita sampai pukul 18.00 Wita. Dengan omzet Rp 200 ribu sehari, dikatakan sangat sedikit, namun pihaknya berharap dalam beberapa hari ke depan omzetnya bisa meningkatkan seperti tahun sebelumnya yang mencapai Rp 500-600 ribu per hari,” katanya.
Dia menjelaskan, berkaca dari pengalaman tahun sebelumnya, biasanya masyarakat mulai ramai membeli bendera sejak tanggal 10-17 Agustus. Biasanya bendera yang paling laris yang berukuran sedang dengan harga Rp 60 ribu per lembar. “Rata-rata harga bendera yang saya jual muali dari Rp 5 ribu-300 ribu tergantung ukuran. Tahun lalu dalam sebulan saya dapat omzet sekitar Rp 8 juta,” jelas Alek. (Eka Parananda/balipost)










