
MANGUPURA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) terus mematangkan proses pengadaan seragam gratis bagi siswa baru jenjang SD dan SMP pada tahun ajaran 2026/2027. Program ini menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meringankan beban orang tua sekaligus mendukung akses pendidikan yang merata.
Sekretaris Disdikpora Badung, Rai Twistyanti Raharja, mengungkapkan pengadaan seragam untuk siswa SMP saat ini telah berjalan lebih dulu. Sementara itu, pengadaan untuk jenjang SD masih dalam tahap penyesuaian jumlah peserta didik baru.
“Untuk SMP prosesnya sudah berjalan lebih dahulu. Sedangkan SD masih memastikan jumlah siswa agar pengadaannya tepat dan tidak kurang. Saat ini semuanya sedang berproses,” ungkapnya Rai Twistyanti pada Senin (3/8).
Ia menegaskan, paket bantuan yang diberikan tetap sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni berupa perlengkapan sekolah lengkap untuk menunjang kebutuhan siswa sejak awal masuk sekolah.
“Bantuannya lengkap, mulai dari seragam merah putih untuk SD atau putih biru untuk SMP, batik, pakaian olahraga, seragam pramuka, termasuk atribut, tas dan sepatu,” katanya.
Tak hanya itu, Pemkab Badung juga tetap memberikan bantuan tambahan berupa biaya pembelian kain adat atau jahi. Bantuan ini akan disalurkan langsung melalui rekening tabungan pelajar masing-masing siswa.
Menurutnya, sistem penyaluran melalui rekening pelajar dipilih untuk memastikan bantuan tepat sasaran sekaligus mendorong kebiasaan menabung sejak dini.
“Rekomendasinya memang melalui tabungan pelajar agar bantuan langsung diterima siswa dan sekaligus menggiatkan program gemar menabung,” jelasnya.
Disdikpora Badung menargetkan distribusi seragam gratis ini dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Estimasi penyaluran diperkirakan berlangsung dalam kurun satu hingga dua bulan ke depan, menyesuaikan proses kontrak pengadaan di masing-masing jenjang pendidikan.
“Harapannya tidak terlalu lama karena semuanya sudah dipersiapkan. Estimasinya paling lambat satu sampai dua bulan ke depan sudah bisa dibagikan,” ujarnya.
Pihaknya berharap, program seragam gratis tidak hanya membantu meringankan beban ekonomi keluarga, tetapi juga meningkatkan semangat belajar siswa di awal tahun ajaran baru. (Parwata/balipost)










