
SINGASANA, BALIPOST.com – Penyakit tidak menular (PTM) masih dominan ditemukan dalam pelaksanaan cek kesehatan gratis di Kabupaten Tabanan. Terbukti dari 1.860 total sasaran yang menjalani pemeriksaan, pada Sabtu (1/8) di 50 titik lokus pelayanan, hipertensi dan diabetes mellitus (DM) mendominasi hasil pemeriksaan kesehatan masyarakat.
Berdasarkan rekapitulasi hasil kegiatan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan dari total sasaran tersebut, sebanyak 1.004 hasil pemeriksaan telah diinput ke aplikasi Satu Sehat Indonesia (SSI). Selain hipertensi dan DM, petugas juga menemukan warga dengan obesitas, berat badan berlebih, hiperglikemia serta hiperkolesterolemia.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, dr. Ida Bagus Surya Wira Andi, mengatakan cek kesehatan gratis menjadi salah satu upaya memperkuat deteksi dini kondisi kesehatan masyarakat. Pemeriksaan penting dilakukan untuk mengetahui penyakit maupun faktor risiko sejak awal, terutama penyakit yang tidak selalu disertai gejala.
“Pemeriksaan ini bagian dari upaya deteksi dini. Dengan mengetahui kondisi kesehatan lebih awal, masyarakat dapat segera melakukan langkah penanganan dan pengendalian,” ujarnya, Minggu (2/8).
Dari hasil pemeriksaan di sejumlah lokasi, kasus hipertensi ditemukan cukup tinggi. Pada beberapa titik, jumlah warga yang terdeteksi hipertensi mencapai belasan orang. Kasus DM juga ditemukan, meskipun jumlahnya bervariasi di setiap lokasi pemeriksaan.
Tak hanya PTM, petugas juga menemukan sejumlah faktor risiko yang perlu menjadi perhatian. Di antaranya aktivitas fisik yang kurang, kebiasaan merokok, berat badan berlebih serta obesitas. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko penyakit apabila tidak diikuti perubahan pola hidup.
Selain itu, pemeriksaan menemukan berbagai gangguan kesehatan lainnya. Di antaranya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), bronkitis akut, diare akut tanpa dehidrasi, dispepsia dan varicella. Gangguan mata seperti katarak juga ditemukan pada sejumlah peserta.
Masalah kesehatan gigi juga masih menjadi temuan. Sejumlah warga mengalami karies gigi, gingivitis, kebersihan mulut yang kurang baik dan membutuhkan penanganan lanjutan.
Menurut dr. Ida Bagus Surya Wira Andi, hasil pemeriksaan dapat menjadi gambaran awal kondisi kesehatan masyarakat sekaligus mendorong warga untuk melakukan pemeriksaan lanjutan jika ditemukan indikasi penyakit.
“Jangan menunggu sampai muncul keluhan. Pemeriksaan secara berkala penting, terutama bagi masyarakat yang memiliki faktor risiko penyakit tidak menular,” katanya.
Di sisi lain, pencatatan hasil pemeriksaan melalui aplikasi SSI terus dilakukan. Data tersebut diharapkan dapat memperkuat basis data kesehatan masyarakat sekaligus mendukung pemantauan dan tindak lanjut pelayanan kesehatan.
Dinkes Tabanan mengimbau masyarakat memanfaatkan layanan kesehatan dan melakukan pemeriksaan secara rutin. Upaya tersebut dinilai penting untuk mengendalikan hipertensi, DM, obesitas, kolesterol tinggi serta berbagai faktor risiko lainnya.
Cek kesehatan gratis diharapkan tidak berhenti pada pemeriksaan. Temuan di lapangan tentunya bisa meningkatkan kesadaran masyarakat pada pola hidup sehat serta memperkuat upaya promotif dan preventif dalam menekan penyakit tidak menular di Tabanan.(Puspawati/balipost)










