
NEGARA, BALIPOST.com – Upaya pencarian terhadap nelayan asal Banjar Pesinggahan, Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, yang diduga hilang saat melaut di perairan Pantai Medewi terus berlanjut hingga Minggu (2/8). Tim SAR Jembrana bersama kepolisian, nelayan setempat, dan instansi terkait masih menyisir area di sekitar titik ditemukannya jukung korban yang mengapung tanpa awak. Korban diketahui bernama Asmuri (43), seorang nelayan yang berangkat melaut pada Jumat (31/7) dini hari sekitar pukul 23.00 WITA untuk mencari ikan di perairan Medewi.
Kepala Pos SAR Jembrana, Dewa Putu Hendri Gunawan, mengatakan pencarian pada hari kedua difokuskan di sekitar lokasi ditemukannya jukung korban. “Tim SAR Jembrana masih melakukan pencarian di sekitar lokasi titik ditemukan jukung nelayan yang diduga hilang tenggelam. Pencarian dilakukan bersama unsur gabungan dengan harapan korban segera ditemukan,” ujarnya, Minggu (2/8).
Tim gabungan menyisir perairan menggunakan perahu nelayan dan armada pencarian, serta melakukan pemantauan di sepanjang garis pantai yang berpotensi menjadi lokasi korban terbawa arus.
Sebelumnya, Kapolsek Pekutatan Kompol Benyamin Nikijuluw menjelaskan pihaknya menerima laporan dugaan nelayan hilang sekitar Sabtu (1/8) pukul 01.30 WITA.
Setelah menerima informasi tersebut, personel Polsek Pekutatan langsung menuju lokasi dan berkoordinasi dengan nelayan setempat untuk melakukan pencarian awal.
“Begitu menerima laporan, anggota kami langsung menuju lokasi kejadian, berkoordinasi dengan para nelayan, sekaligus melakukan pencarian awal di sekitar lokasi ditemukannya perahu korban,” kata Kompol Benyamin.
Menurutnya, sebelum laporan masuk ke polisi, rekan-rekan korban lebih dulu menemukan jukung milik Asmuri mengapung di tengah laut sekitar pukul 01.00 WITA. Saat ditemukan, mesin perahu masih dalam kondisi menyala, namun korban sudah tidak berada di atas perahu.
Melihat kondisi tersebut, para nelayan sempat melakukan pencarian secara mandiri di sekitar lokasi, namun hasilnya nihil. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian oleh seorang warga bernama Halim Hata.
Kompol Benyamin menambahkan, selain pencarian di lokasi awal, kepolisian juga telah berkoordinasi dengan Basarnas dan instansi terkait untuk memperluas upaya pencarian. “Sampai saat ini korban masih belum ditemukan. Pencarian terus dilakukan bersama masyarakat nelayan dan instansi terkait dengan harapan korban segera dapat ditemukan,” ujarnya.
Pihak kepolisian menghimbau para nelayan maupun masyarakat yang beraktivitas di perairan sekitar Pantai Medewi agar segera melapor kepada petugas apabila menemukan tanda-tanda atau informasi yang berkaitan dengan keberadaan korban. Hingga Minggu siang, operasi pencarian masih berlangsung dan akan terus dilanjutkan. (Surya Dharma/balipost)










