
MANGUPURA, BALIPOST.com – Kericuhan terjadi di depan mess, Jalan Pantai Suluban, Pecatur, Kuta Selatan (Kutsel), Jumat (31/7). Kejadian ini diawali pesta miras sejumlah buruh proyek.
Saat itulah FAI (29) asal Wonosobo, Jawa Tengah dan RO (42) asal Kendal, Jawa Tengah, saling ejek. Selanjutnya FAI memukul kepala RO dan sempat terjadi pergumulan.
Akhirnya RO ditemukan meninggal posisi tertelungkup di antara tiang beton tinggi kurang lebih 1 meter. Kedua mata lebam dan mengeluarkan darah. Korban mengalami sejumlah luka, hidung patah dan wajahnya ada bekas pasir.
Terkait kasus ini, Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu Gede Adi Saputra Jaya menjelaskan kejadiannya pukul 03.00 WITA. Dari keterangan Roshan, admin PT Gangga Inti Lautan, pukul 02.36 WITA ia tidur di dalam pos.
Ia terbangun karena adanya suara ribut-ribut dan suara orang menangis.
“Mendengar suara tersebut saksi (Roshan) mengintip dari dalam kamar dan sempat mengambil foto. Karena takut saksi tidak berani keluar dan melanjutkan tidurnya,” ujarnya.
Pukul 07.00 WITA, Roshan bangun dan keluar kamar. Saat itulah ia melihat ada seseorang yang tergeletak dengan wajah menghadap ke bawah.
Sedangkan Hadi (45) menjelaskan pada Kamis (30/7) pukul 20.00 WITA, ia bersama lima temannya termasuk korban dan pelaku minum miras. Karena minuman habis, pelaku dan korban melanjutkan membeli miras ke warung yang tidak jauh dari mess.
Pada Jumat pukul 07.00 WITA, Hadi bangun dan mendengar informasi jika korban tergeletak di TKP. Ia sempat melihat tubuh korban tergeletak dan akhirnya petugas datang.
Selanjutnya pelaku langsung diamankan dan dibawa ke Polsek Kutsel. Saat diinterogasi, pelaku mengaku pada Kamis pukul 20.00 WITA sedang mengonsumsi miras seorang diri. Tidak lama kemudian datang korban bersama tiga temannya.
Pelaku lalu minum bersama mereka hingga menghabiskan satu botol arak sekitar pukul 22.00 WITA. Setelah itu, korban mengajak untuk menambah minuman.
Selanjutnya pelaku dan korban pergi bersama menggunakan sepeda motor untuk membeli dua botol arak. Dalam perjalanan, pelaku sempat terjatuh dari sepeda motor karena dalam keadaan mabuk.
Saat itu korban sempat mengejeknya karena terjatuh akibat pengaruh minuman keras. Sampai di bedeng, pelaku dan korban masih saling mengejek. Pada saat korban turun dari sepeda motor, korban tiba-tiba memukul pelaku menggunakan tangan kanan dan mengenai mata kirinya.
“Karena tidak terima, pelaku membalas memukul korban. Selanjutnya pelaku dan korban terlibat perkelahian serta saling pukul hingga bergulat. Akibat perkelahian tersebut, korban mengalami luka dan mengeluarkan darah pada bagian mata,” tegasnya.
Pada saat korban dalam keadaan tengkurap, pelaku memukul korban dari arah belakang menggunakan tangan kanan serta tangan kiri. Setelah kejadian tersebut, pelaku meninggalkan korban dan pergi ke bedeng untuk beristirahat di kamarnya.
Sementara keterangan dokter, saat sampai di TKP menemukan korban tergeletak di area proyek. Sesampainya di lokasi, petugas melihat korban dalam posisi tergeletak di bawah dan melakukan pemeriksaan. Dari pemeriksaan tersebut, korban dinyatakan meninggal.
Pukul 12.20 WITA jasad korban dibawa ke RSUP Prof. Ngoerah, Sanglah, Denpasar. (Kerta Negara/balipost)










