Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. I Nyoman Gede Anom. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pemerintah Provinsi Bali menyiapkan seluruh jejaring fasilitas kesehatan (faskes), baik milik pemerintah maupun swasta, untuk mendukung cek kesehatan gratis (CKG) secara serentak pada Rahina Tumpek Krulut, Sabtu (1/8). Langkah ini dilakukan agar masyarakat di seluruh kabupaten/kota memiliki akses yang sama melakukan pemeriksaan kesehatan dasar sekaligus mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dr. dr. I Nyoman Gede Anom, M.Kes., mengatakan kesiapan pelayanan telah dikoordinasikan bersama Dinas Kesehatan kabupaten/kota se-Bali. Koordinasi juga melibatkan berbagai perhimpunan fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit dan klinik, guna memastikan aspek teknis pelayanan berjalan sesuai arahan.

“Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali berkoordinasi dengan kepala Dinas Kesehatan kabupaten/kota se-Bali dan perhimpunan fasilitas kesehatan (RS, klinik) untuk teknis pelaksanaan pelayanan kesehatan ini,” kata Anom saat dikonfirmasi, Kamis (30/7).

Menurut Anom, pelayanan tersebut terbuka bagi seluruh masyarakat Bali. Warga dapat mendatangi fasilitas kesehatan terdekat dengan membawa identitas. Pemeriksaan yang diberikan mencakup pemeriksaan fisik serta pemeriksaan laboratorium dasar, di antaranya gula darah dan kolesterol.

“Masyarakat dapat mengakses layanan di fasilitas kesehatan terdekat di wilayahnya dengan membawa identitas,” jelasnya.

Jika dari hasil pemeriksaan ditemukan kondisi yang memerlukan pemeriksaan lanjutan, pelayanan akan diberikan sesuai kebutuhan pasien dan mengikuti prosedur yang berlaku. Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak sebatas pemeriksaan sesaat, tetapi diharapkan menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk lebih memahami kondisi kesehatannya.

Baca juga:  DPRD Denpasar Bahas Ranperda Penanggulangan Kebakaran

Anom juga memastikan fasilitas kesehatan swasta turut dilibatkan dalam pelaksanaan layanan gratis tersebut. Seluruh fasilitas kesehatan di Bali, kata dia, telah dipersiapkan untuk memberikan pelayanan berdasarkan petunjuk teknis dan berada dalam koordinasi Dinas Kesehatan kabupaten/kota masing-masing.

“Seluruh fasilitas kesehatan di Bali siap dengan arahan ini, disesuaikan dengan petunjuk yang diberikan dan di bawah koordinasi kepala Dinas Kesehatan kabupaten/kota masing-masing,” ujarnya.

Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis secara serentak ini menjadi momentum penting untuk mendorong masyarakat tidak menunggu munculnya keluhan atau gejala penyakit untuk memeriksakan diri. Skrining kesehatan diharapkan menjadi kebiasaan sebagai bagian dari upaya deteksi dini.

Anom menyebut pelayanan kesehatan gratis sebenarnya telah beberapa kali dilaksanakan Pemerintah Provinsi Bali dalam berbagai momentum, termasuk melalui kegiatan bakti sosial dan aksi sosial pemerintah. Namun, pelayanan kesehatan gratis yang secara khusus dilaksanakan serentak bertepatan dengan Rahina Tumpek Krulut merupakan kegiatan baru.

Menurutnya, pemilihan Tumpek Krulut sebagai momentum pelayanan memiliki makna filosofis. Tumpek Krulut tidak hanya dimaknai sebagai hari yang berkaitan dengan kasih sayang, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menghadirkan kepedulian secara nyata melalui pelayanan kepada masyarakat.

Baca juga:  Khusus Hari Ini, Gubernur Koster Traktir Anak Muda Ngopi di Jenar Kopi Kaliasem

“Ini adalah kegiatan baru bila terkait dengan perayaan Tumpek Krulut, tujuannya adalah memuliakan manusia sehingga pelayanan yang diberikan didasarkan dengan kemuliaan hati dan kasih sayang kepada sesama,” katanya.

Pelaksanaan skrining tersebut sekaligus sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Bali dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. Deteksi dini dinilai penting agar potensi gangguan kesehatan dapat diketahui lebih cepat dan ditindaklanjuti sesuai kondisi masing-masing.

Pelayanan kesehatan gratis serentak ini merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Bali Wayan Koster dalam rangka memaknai Rahina Tumpek Krulut. Pemerintah Provinsi Bali melalui surat Nomor B.01.400.7/34847/SETDA tertanggal 29 Juli 2026 meminta bupati dan wali kota se-Bali melaksanakan pelayanan kesehatan gratis secara serentak pada Sabtu, 1 Agustus 2026.

Pelayanan dilaksanakan di seluruh unit pelayanan kesehatan milik pemerintah daerah maupun swasta yang berada di kabupaten/kota se-Bali. Layanan dijadwalkan dimulai pukul 08.00 WITA hingga selesai.

Pemerintah kabupaten/kota diminta mengoordinasikan seluruh pimpinan unit pelayanan kesehatan di wilayah masing-masing. Di tingkat provinsi, koordinasi terus dilakukan dengan Dinas Kesehatan kabupaten/kota, rumah sakit, puskesmas, klinik, serta fasilitas kesehatan lainnya.

Baca juga:  Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang untuk Gumi Bali Harmonis

Gubernur Koster menegaskan, pelayanan kesehatan merupakan bagian penting dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia Bali. Karena itu, pemeriksaan kesehatan gratis tidak hanya dipandang sebagai pelayanan sosial, tetapi juga investasi untuk membangun masyarakat yang sehat dan produktif.

“Pelayanan kesehatan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan investasi bersama dalam membangun sumber daya manusia Bali yang sehat, produktif, dan berkualitas. Melalui pelayanan kesehatan gratis serentak ini, kami mengajak seluruh masyarakat memanfaatkan kesempatan ini untuk memeriksakan kondisi kesehatannya sedini mungkin,” ujar Koster.

Ia mengajak masyarakat tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Warga Bali dapat mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat pada Sabtu (1/8) dengan membawa identitas.

Koster menekankan pemeriksaan tersebut bukan hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang sedang mengalami sakit. Masyarakat yang merasa sehat juga didorong mengikuti skrining untuk mengetahui kondisi kesehatan sejak dini.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Bali untuk datang ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat pada tanggal 1 Agustus 2026. Mari jadikan momentum Rahina Tumpek Krulut sebagai wujud nyata kepedulian terhadap kesehatan diri, keluarga, dan sesama. Masyarakat yang sehat merupakan fondasi utama dalam mewujudkan Bali yang maju, harmonis, dan sejahtera,” tandas Koster. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN