
MANGUPURA, BALIPOST.com – Volume sampah kiriman pada bulan Juli di Badung kembali meningkat signifikan. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung mencatat, sepanjang Juli 2026 sebanyak 1.724 ton sampah kiriman berhasil diangkut dari kawasan pesisir.
Angka ini menempatkan Juli sebagai periode tertinggi kedua setelah Februari 2026. Secara kumulatif, DLHK Badung telah mengangkut total 9.028 ton sampah laut sejak Oktober 2025 hingga Juli 2026.
Penanganan dilakukan dari sejumlah titik stop over (STO) yang tersebar di sepanjang pantai pesisir barat Badung.
Kepala DLHK Badung, Made Rai Warastuthi menegaskan, pihaknya mengerahkan seluruh sumber daya untuk memastikan kebersihan pantai tetap terjaga. Penanganan dilakukan setiap hari dengan melibatkan ratusan personel serta dukungan alat berat dan TNI.
“Seluruh sampah kiriman yang masuk ke pantai-pantai Badung berhasil kami evakuasi. Penanganan dilakukan setiap hari sesuai kondisi di lapangan sehingga kawasan pesisir tetap bersih dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan,” ujar Warastuthi, Kamis (30/7).
Dalam operasi tersebut, DLHK Badung mengerahkan 556 personel dan didukung 150 personel TNI. Armada yang digunakan meliputi lima unit loader, dua beach cleaner, satu crawler carrier, enam loader sewa, serta satu excavator sewa.
Ia menjelaskan, lonjakan volume sampah Juli dipengaruhi oleh musim angin barat yang membawa kiriman sampah ke pesisir Badung. Fenomena ini menyebabkan peningkatan signifikan di sejumlah pantai, terutama kawasan dengan arus kuat.
Pantai Kedonganan tercatat sebagai lokasi dengan volume sampah terbesar, mencapai 3.842 ton. Disusul Pantai Kuta sebanyak 2.514 ton, Jimbaran 1.326 ton, Pantai Jerman 794 ton, hingga beberapa titik lain seperti Kelan, Batu Belig–Petitenget, Double Six Seminyak, Legian, Cemagi–Seseh, dan Batu Bolong–Perancak.
“Sampah-sampah yang kami tangani ini dari sejumlah STO yang tersebar di sepanjang pantai pesisir barat. Saat ini semuanya sudah bersih dan clear,” ucapnya.
Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama lintas instansi yang berjalan konsisten. DLHK Badung memastikan kesiapsiagaan tetap dijaga, khususnya saat memasuki puncak musim sampah laut.
“Kami memastikan kesiapsiagaan petugas akan terus dipertahankan, terutama saat memasuki musim sampah laut, sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tidak sampai mengganggu aktivitas wisata maupun kehidupan masyarakat pesisir,” pungkasnya. (Parwata/balipost)










