Aktivitas proyek perbaikan jalan dan jembatan di Kabupaten Tabanan.(BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Delapan paket pekerjaan fisik strategis yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tabanan melaju lebih cepat dari jadwal. Hingga akhir Juli 2026, seluruh proyek infrastruktur jalan dan jembatan tersebut berhasil mencatatkan realisasi fisik di atas target perencanaan atau deviasi positif, sehingga mempercepat upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan konektivitas antarkawasan.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tabanan, Ir. Gde Made Partana, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil evaluasi pelaksanaan proyek hingga akhir Juli. Menurutnya, percepatan pekerjaan merupakan tindak lanjut instruksi Bupati Tabanan agar manfaat infrastruktur dapat lebih cepat dirasakan masyarakat.

“Penggenjotan perbaikan jalan dan jembatan ini merupakan instruksi langsung dari Bupati agar manfaat infrastruktur yang mantap dapat segera dirasakan oleh masyarakat. Hasil evaluasi per akhir Juli menunjukkan seluruh pengerjaan berjalan lancar dan terealisasi melampaui target yang telah ditentukan,” ujarnya, Selasa (29/7).

Baca juga:  Efisiensi Anggaran, Perbaikan 4 Persen Infrastruktur Jalan Rusak Tetap Dilanjutkan

Dari delapan paket strategis tersebut, proyek pemeliharaan berkala Jalan Banjar Dukuh, Desa Tiying Gading, Kecamatan Selemadeg Barat, menjadi pekerjaan dengan percepatan tertinggi. Realisasi fisiknya telah mencapai 34,55 persen, jauh di atas target 3,24 persen atau mencatat deviasi positif sebesar 31,31 persen. Percepatan juga terlihat pada rekonstruksi jalan dan pembangunan drainase ruas Simpang Beraban-Munggu menuju Pantai Nyanyi di Kecamatan Kediri. Proyek yang mendukung akses menuju kawasan pariwisata itu telah mencapai realisasi 10,35 persen dari target 1,05 persen atau deviasi positif 9,30 persen.

Baca juga:  Diduga Pakai Tembakau Gorilla, Pelajar Tabrak Tembok

Sementara itu, rekonstruksi Jalan Simpang Gadungan-Gunung Salak di Kecamatan Selemadeg Timur terealisasi 5,75 persen dari target 2,37 persen. Rekonstruksi Jalan menuju RPH Gubug di Kecamatan Tabanan mencapai 15,59 persen dari target 14,34 persen, sedangkan rekonstruksi Jalan Tanguntiti-Pantai Beraban di Kecamatan Selemadeg Timur juga berada di atas target dengan realisasi 3,21 persen dari rencana 2,32 persen.

Tiga paket pekerjaan lainnya juga menunjukkan progres menggembirakan. Pembangunan Jembatan Tukad Yeh Ngigih di Kecamatan Selemadeg Timur telah mencapai realisasi fisik 17,25 persen dari target 15,83 persen. Pembangunan Jembatan Tuka-Cau Belayu di Kecamatan Baturiti terealisasi 13,17 persen dari target 12,21 persen. Begitu pula rekonstruksi Jalan Bolangan-Dadia di Kecamatan Penebel yang mencatat realisasi 4,38 persen dari target 3,89 persen.

Baca juga:  Kejar Target Investasi Rp 1,2 Triliun, Pemkab Tabanan Benahi Sistem Pendataan

Menurut Gde Made Partana, percepatan tersebut diharapkan dapat mempercepat terwujudnya infrastruktur yang mantap sehingga mampu mendukung mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta memperkuat aktivitas perekonomian daerah. Pihaknya juga mengharapkan dukungan masyarakat selama proses pekerjaan berlangsung.

“Kami berharap masyarakat ikut mendukung kelancaran proses pengerjaan di lapangan dan memaklumi penyesuaian arus lalu lintas sementara di sekitar titik pengerjaan,” katanya.(Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN