Pameran IKM Bali Bangkit berpartisipasi pada FSBJ VIII Tahun 2026, di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Bali. (BP/win)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pameran Industri Kecil dan Menengah (IKM) Bali Bangkit serangkaian Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 mencatatkan transaksi yang menggembirakan. Selama pelaksanaan pameran pada 12–25 Juli 2026, total omzet yang berhasil dibukukan mencapai Rp415.434.750.

Data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali menunjukkan, kontribusi terbesar berasal dari stan di Ardha Candra dengan nilai transaksi Rp251.332.750, sedangkan stan di Ksiranawa membukukan omzet Rp164.102.000.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Wiryanata, Selasa (28/7), mengatakan capaian tersebut menjadi bukti bahwa penyelenggaraan FSBJ tidak hanya menjadi ruang apresiasi seni dan budaya, tetapi juga mampu menggerakkan sektor ekonomi kreatif dan memperluas pasar bagi pelaku IKM lokal.

Baca juga:  Korban Jiwa Makin Naik, Tambahan Kasus COVID-19 Bali Turun dari Sehari Sebelumnya

Berdasarkan rekapitulasi transaksi harian, omzet tertinggi tercatat pada 21 Juli 2026 dengan total Rp66.472.500, didorong tingginya transaksi di Ardha Candra yang mencapai Rp53.776.500. Posisi kedua ditempati 24 Juli dengan omzet Rp70.000.000, terdiri atas transaksi Rp57.020.000 di Ardha Candra dan Rp12.980.000 di Ksiranawa.

Sementara itu, transaksi juga menunjukkan tren positif pada pertengahan pelaksanaan pameran. Pada 17 Juli, total omzet mencapai Rp34.190.000, disusul 18 Juli sebesar Rp31.893.000, serta 15 Juli sebesar Rp33.210.250.

Baca juga:  Omzet Pameran IKM Bali Bangkit 2025 Capai Rp17,4 M

Di sisi lain, hari pertama penyelenggaraan pada 12 Juli membukukan omzet Rp9.185.250, kemudian meningkat menjadi Rp13.323.000 pada 14 Juli. Meski sempat mengalami fluktuasi pada beberapa hari, nilai transaksi kembali menguat menjelang penutupan festival.

Capaian tersebut memperlihatkan tingginya minat masyarakat terhadap produk-produk IKM Bali yang dipamerkan selama FSBJ VIII. Produk yang ditampilkan meliputi aneka kerajinan, fesyen, aksesori, hingga produk kreatif berbasis budaya lokal yang menjadi daya tarik bagi pengunjung festival.

Baca juga:  8 Juli, Puncak Piodalan di Pura Mandara Giri Semeru Agung

FSBJ VIII sendiri berlangsung pada 12–25 Juli 2026 sebagai wadah pengembangan seni modern dan kontemporer Bali. Selain menghadirkan berbagai pertunjukan seni, festival ini juga menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha lokal melalui program IKM Bali Bangkit, sehingga mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi sektor industri kreatif daerah. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN