
AMLAPURA, BALIPOST.com – Dinas PUPR-KIM Kabupaten Karangasem telah menurunkan tim teknis ke lokasi jalan jebol menuju Pura Dalem Desa Adat Subagan, Kelurahan Subagan, Kecamatan/Kabupaten Karangasem, pada Senin (27/7), untuk melakukan proses menghitung kebutuhan anggaran yang akan di ajukan untuk proses perbaikan jalan tersebut. Untuk anggaran untuk perbaikan tersebut akan diusulkan di tahun 2027.
Kabid Bina Marga Dinas PUPR-KIM Kabupaten Karangasem, I Wayan Artawan, pada Selasa (28/7) kemarin mengungkapkan, kalau Buegh Deker/jembatan yang jebol tersebut dibuat sekitar tahun 1990-an.
Kata dia, penyebab jebolnya jalan tersebut adalah karena derasnya air hujan yang menyebabkan bangunan tersebut tergerus sehingga jalannya amblas atau putus.
“Tindak lanjut dari kejadian tersebut, Dinas PUPRKIM Kabupaten Karangasem melalui Bidang Bina Marga turun ke lokasi pada hari senin tanggal 27 Juli 2026 untuk mencari data untuk melakukan identifikasi kebutuhan anggaran untuk proses perbaikan jalan tersebut,” ujarnya.
Artawan mengatakan, hasil dari identifikasi yang telah dilalukan oleh tim teknis dilapangan, kalau kerusakan Buegh Deker/jembatan tersebut tidak bisa diperbaiki kembali karena sudah retak. Maka dari itu, untuk penanganannya akan diganti dengan pembangunan jembatan yang baru.
“Melihat bentang sungai sekitar 12 meter, penganggarannya akan di usulkan di tahun 2027 mengingat akses jalan tersebut hanya menuju ke Pura Dalem dan kawasan pertanian/sawah dan juga ada jalan alternatif yang lainnya untuk menuju Pura tersebut,” katanya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, jebol nya jalan di jembatan tersebut diduga dipicu oleh derasnya arus air yang menggerus bagian bawah bangunan hingga akhirnya ambruk. Akibat kejadian tersebut, akses menuju Pura Dalem untuk sementara waktu tidak dapat dilalui.
Masyarakat diimbau untuk sementara waktu tidak melintasi area jembatan yang rusak untuk mencegah hal-hal yang tak diharapkan. Dan diharapkan pihak terkait segera melakukan penanganan dan perbaikan agar warga dapat kembali melintas di jalur tersebut. (Eka Parananda/balipost)










