Stok pupuk urea bersubsidi di gudang Pupuk Kaltim. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dewasa ayu atau ala ayuning dewasa memiliki peran penting sebagai pedoman dalam menentukan waktu yang tepat untuk melakukan sebuah kegiatan dalam tradisi masyarakat Bali. Secara etimologis, ala berarti buruk atau kurang baik, sedangkan ayu berarti indah, baik, atau utama.

Dewasa bermakna hari, waktu, atau momentum. Maka ala ayuning dewasa dapat dipahami sebagai perhitungan waktu yang mempertimbangkan sisi baik (ayu) dan kurang baik (ala), sehingga dapat dipilih saat yang paling harmonis untuk suatu kegiatan.

Baca juga:  Gunarsa Diaben 30 September

Memilih waktu yang tepat untuk melakukan sebuah kegiatan ataupun upacara sama halnya dengan menjaga keseimbangan antara sekala dan niskala. Berikut ala ayuning dewasa hari ini, 22 Juli 2026 dikutip dari kalenderbali.org.

Dewa Stata
Baik untuk melakukan Panca Yadnya, khususnya Dewa Yadnya.

Dewasa Tanian
Baik untuk mulai menanam, mulai suatu usaha pertanian.

Geni Rawana
Baik untuk segala pekerjaan yang menggunakan api. Tidak baik untuk mengatapi rumah, melaspas, bercocok tanam.

Baca juga:  Aksi Keprok Kaca di Tabanan, Kamera dan Gadget Senilai Rp20 Juta Raib

Kala Luang
Baik untuk membuat terowongan, menanam ketela atau umbi-umbian.

Kala Suwung
Tidak baik untuk dewasa ayu, berkunjung.

Panca Prawani
Tidak baik dipakai dewasa ayu.

Pepedan
Baik untuk membuka lahan pertanian baru. Tidak baik untuk membuat peralatan dari besi.

Purwanin Dina
Tidak baik sebagai dewasa ayu.

Rangda Tiga
Tidak baik melakukan upacara pawiwahan.

Salah Wadi
Tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya (wiwaha, mapandes, potong rambut, dan lain-lain) dan Pitra Yadnya (penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti, dan lain-lain).

Baca juga:  Dibuka Hari Ini, Cek Daftar Stand Bisa Dikunjungi di Denfest ke-17

Uncal Balung
Tidak baik melakukan semua jenis pekerjaan yang dianggap penting. (Sumarthana/balipost)

BAGIKAN