Atlet atletik Maria Londa menjalani latihan fisik di Pantai Sanur, Denpasar, Bali, Kamis (16/7). (BP/Antara)

DENPASAR, BALIPOST.com – Atlet lompat jangkit andalan Indonesia asal Bali, Maria Londa, terus mematangkan persiapan menuju Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Juara Asian Games 2014 itu kini menggenjot latihan fisik secara intensif di Pantai Sanur, Denpasar, sebagai bagian dari upaya mewujudkan target meraih medali pada ajang olahraga terbesar di Asia tersebut.

Maria mengungkapkan persiapannya telah mencapai sekitar 80 persen. Fokus latihan kini diarahkan pada penyempurnaan teknik sekaligus penguatan mental agar mampu tampil maksimal saat bersaing dengan para atlet terbaik Asia.

“Persiapan sudah 80 persen. Tinggal sekarang fokus perbaikan teknik dan terus melatih mentalitas,” ujar Maria saat ditemui di sela latihan fisik di Pantai Sanur, Kamis (16/7), dilansir dari Kantor Berita Antara.

Baca juga:  Bali Raih Emas Kejurnas Atletik Remaja Junior

Dalam sesi latihan yang didampingi pelatih sekaligus suaminya, Made Sukariata, Maria memusatkan perhatian pada peningkatan daya tahan, kekuatan otot kaki, serta keseimbangan tubuh. Program latihan dijalani secara disiplin enam hari dalam sepekan dengan dua sesi setiap hari, yakni pagi dan sore.

Atlet kelahiran Denpasar yang akan menginjak usia 36 tahun pada Oktober mendatang itu kini memilih fokus pada nomor lompat jangkit. Menurutnya, peluang meningkatkan prestasi di nomor tersebut lebih terbuka dibandingkan lompat jauh.

“Saat ini, saya fokus ke lompat jangkit, karena memang mengejar sentimeter di lompat jangkit lebih memungkinkan dibanding lompat jauh,” katanya.

Baca juga:  Denpasar Berjaya di Kejurprov Atletik NPCI Bali

Asian Games 2026 akan menjadi penampilan keempat Maria setelah tampil di Incheon 2014, Jakarta-Palembang 2018, dan Hangzhou 2023. Pengalamannya di level internasional menjadi modal berharga untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat, terutama dari atlet-atlet muda Asia, termasuk Uzbekistan.

Maria tercatat pernah mengharumkan nama Indonesia dengan meraih medali emas lompat jauh pada Asian Games 2014 di Incheon. Ia juga sukses menyabet emas nomor lompat jangkit pada SEA Games 2025 di Bangkok.

Bagi Maria, Asian Games kali ini memiliki makna yang lebih istimewa. Ia memastikan kejuaraan di Jepang akan menjadi penampilan terakhirnya di level nasional maupun internasional. Keputusan tersebut diambil karena faktor usia dan regulasi cabang atletik di Indonesia yang membatasi atlet untuk berlomba hingga usia 35 tahun.

Baca juga:  Gelar Operasi Prokes di Bandara Ngurah Rai dan Pelabuhan Benoa, Ini Hasilnya

“Itu akan menjadi pertandingan terakhir saya untuk skala nasional maupun internasional. Di Indonesia saya sudah tidak boleh berlomba lagi karena ada batasan usia di cabang atletik, yaitu 35 tahun,” ungkapnya.

Dengan pengalaman, semangat, dan persiapan yang terus dimatangkan, Maria Londa berharap dapat menutup perjalanan kariernya dengan persembahan medali bagi Indonesia, sekaligus mengakhiri kiprah panjangnya di lintasan atletik dengan pencapaian yang membanggakan. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN