Penutupan pelatihan Guru Pandai Berhitung dengan Metode GASING di Gedung BMB Kantor Bupati Bangli, Kamis (16/7). (BP/Ina)

BANGLI, BALIPOST. com – Setelah menjalani pelatihan Metode GASING selama setengah bulan, guru di Kabupaten Bangli diharapkan mampu mengubah paradigma siswa terhadap pembelajaran matematika. Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, menegaskan keberhasilan pelatihan ini harus diukur dari dampak nyata pada siswa, bukan sekadar sertifikat yang diperoleh.

Harapan tersebut disampaikan Diar saat menutup Pelatihan Guru Pandai Berhitung dengan Metode GASING (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) Tahun 2026 di Gedung BMB Kantor Bupati Bangli, Kamis (16/7).

Baca juga:  Motif Guru SD Gorok Leher Masih Misterius

Diar menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan, salah satunya melalui peningkatan kompetensi para tenaga pendidik secara berkelanjutan.

Dia meyakini bahwa pondasi utama untuk mewujudkan kemajuan daerah berakar dari kualitas pendidikan yang diberikan kepada generasi muda. “Kami meyakini bahwa pendidikan yang berkualitas merupakan fondasi utama dalam mewujudkan Bangli yang maju, berdaya saing, dan sejahtera,” ungkapnya.

Diar meminta para guru sekolah dasar yang telah dilatih sejak 30 Juni mampu mengubah paradigma belajar anak, dari yang semula menakutkan menjadi proses yang menyenangkan. “Melalui Metode GASING, kita berharap pembelajaran matematika tidak lagi menjadi mata pelajaran yang menakutkan, melainkan menjadi proses belajar yang mudah dipahami, menyenangkan, dan mampu menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik,” tambahnya.

Baca juga:  Bupati Kembang Hartawan Pimpin Upacara Peringatan Harkitnas ke-117

Program peningkatan kapasitas guru ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Bangli bekerja sama dengan Yayasan Teknologi Indonesia Jaya. Acara penutupan dihadiri ratusan guru perwakilan se-Kabupaten Bangli. (Dayu Swasrina/balipost)

 

BAGIKAN