
DENPASAR, BALIPOST.com – Bawang merah menjadi salah satu komoditi yang prospektif dikembangkan di Kota Denpasar. Hingga Juni ini Dinas Pertanian Kota Denpasar mencatat produksi mencapai 5,75 ton dari tiga kecamatan penghasil.
Produktivitas salah satu bumbu dapur ini pun lebih tinggi dari 2025 lalu. Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Kota Denpasar, produktivitas bawang merah tahun ini tercatat 230 kwintal per hektare. Sementara pada 2025 lalu produktivitas mencapai 216,90 kwintal per hektare.
Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian Kota Denpasar, I G.A.N. Anggreni Suwari saat dikonfirmasi, Rabu (15/7) mengatakan, varietas bawang yang ditanam cukup mempengaruhi hasil panen. Termasuk juga iklim dimana tahun 2025 lebih banyak hujan dibandingkan tahun ini.
“Selain itu kemampuan petani untuk melaksanakan budidaya bawang terutama berasal dari biji sudah meningkat. Serta juga disinergikan dengan kegiatan sekolah lapang bawang merah di tingkat petani,” ujarnya.
Hal tersebut kata Agung Suwari yang mendorong peningkatan produktivitas bawang merah di Denpasar.
Adapun tahun ini luas tanam bawang merah di Kota Denpasar mencapai 4,4 hektare yang tersebar di tiga kecamatan. Diantaranya, Denpasar Utara 1,05 hektare, Denpasar Timur 1,8 hektare dan Denpasar Selatan 1,55 hektare. Juamlah ini meningkat dibandingkan tahun lalu dengan luasan panen 4,25 hektare.
Demikian untuk panen yang sudah terjadi yakni Denpasar Utara sebanyak 1,30 ton dan Denpasar Denpasar Timur 4,43 ton. Total panen bawang merah di Denpasar hingga Juni mencapai 5,75 ton.
Pada tahun 2025 lalu jumlah panen bawang merah hingga akhir tahun mencapai 92,18 ton. Demikian Suwari mengatakan, sebagian besar wilayah mengalami puncak panen pada Agustus nanti sehingga jumlah panen saat ini masih terlihat kecil. “Sebagian besar panen pada Agustus nanti. Nanti keliatan perbandingannya di akhir tahun,” terang Agung Suwari.
Demikian untuk harga di tingkat petani, Suwari mengatakan lebih bagus dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini harga bawang merah (umbi kering) mencapai Rp22.000 hingga Rp28.000 per kilogram.
Sementara tahun lalu harga bawang merah di tingkat petani mencapai Rp20.000 hingga Rp25.000 per kilogram. (Widiastuti/balipost)









