
BANGLI, BALIPOST.com – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) jenjang SD dan SMP di Kabupaten Bangli dimulai secara serentak pada Senin (13/7). Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama lima hari itu difokuskan pada pengenalan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi peserta didik baru.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Bangli, I Komang Pariartha, mengatakan pembukaan MPLS tahun ini dipantau langsung oleh jajarannya. Ia bahkan menghadiri pelaksanaan MPLS di SMP Negeri 2 Bangli untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai ketentuan.
Pariartha menegaskan, pelaksanaan MPLS tahun ini tidak boleh diwarnai praktik kekerasan maupun perploncoan. Sekolah juga dilarang memberikan tugas atau kegiatan yang merugikan siswa, termasuk meminta peserta didik mencari barang-barang hingga melibatkan orang tua.
“Sangat ditekankan bagaimana menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, saling menghormati, saling menghargai dengan yang lain, menciptakan lingkungan sekolah dengan kesadaran, bermakna dan menggembirakan. Itu inti MPLS,” kata Pariartha.
Dari sisi regulasi, Pariartha menyebut pelaksanaan MPLS tahun ini pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Namun, Disdikpora Bangli saat ini sedang merumuskan Surat Keputusan (SK) Bupati terkait penguatan budaya sekolah yang aman dan nyaman sebagai pedoman bagi seluruh satuan pendidikan.
Ia menambahkan, berdasarkan hasil pemantauan pada hari pertama, pelaksanaan MPLS di seluruh SD dan SMP di Kabupaten Bangli berlangsung aman, tertib, dan tanpa kendala berarti.
Sementara itu, pelaksanaan MPLS di SMPN 2 Bangli melibatkan 135 murid baru. Kepala SMPN 2 Bangli I Wayan Agus suardana mengatakan selama lima hari pelaksanaan MPLS pihaknya akan mengisinya dengan sejumlah kegiatan yang telah disusun panitia. Diantaranya pengenalan lingkungan sekolah, profil tenaga pendidik dan kependidikan, pengenalan kakak kelas dan sesama teman. Siswa baru juga diajarkan untuk memiliki tanggung jawab dan kepedulian terhadap sekolah. Pihaknya memastikan tidak ada kegiatan perpeloncoan terhadap murid baru. Sebaliknya MPLS dibuat agar siswa baru merasa nyaman dan gembira. “Astungkara hari pertama MPLS berjalan aman dan lancar,” imbuhnya. (Dayu Swasrina/balipost)










