Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bangli. (BP/Ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Memasuki musim kemarau, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangli meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di TPA. Upaya yang dilakukan ialah mengoptimalkan penerapan sistem control landfill.

Kepala DLH Bangli I Putu Ganda Wijaya, mengatakan, musim kemarau yang berlangsung cukup panjang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran di TPA. Oleh karena itu, pengelolaan sampah dilakukan lebih optimal agar tidak memicu munculnya titik api.

Baca juga:  Tiga Bangunan Vila Ludes Terbakar

Salah satu langkah yang diterapkan adalah mendorong pemilahan sampah sejak dari sumber sesuai surat edaran Bupati Bangli tertanggal 11 Mei 2026, meski masih ditemukan sampah yang tercampur. Petugas DLH menyiasati dengan melakukan pemilahan di TPA dengan memisahkan sampah organik, anorganik, dan residu.

Menurut Ganda, sistem control landfill menjadi kunci pencegahan kebakaran di TPA. Sampah yang telah ditata kemudian ditutup menggunakan tanah dengan ketebalan sekitar 20 sentimeter untuk menekan keluarnya gas metana yang dapat memicu kebakaran. Dengan menggunakan pola itu, Ganda meyakini kebakaran tidak akan terjadi. “Control landfill kami optimalkan agar tidak terjadi kebakaran,” jelasnya, Senin (13/7).

Baca juga:  Gelar Aksi, Aliansi Mahasiswa Bali Kritisi Sejumlah Isu

Ganda menegaskan, TPA Bangli pernah mengalami kebakaran di salah satu sudut lokasi sekitar dua tahun lalu. Kebakaran dipadamkan dengan dilakukan penyiraman karena saat itu belum optimal menerapkan control landfill. Pengalaman tersebut menjadi evaluasi bagi DLH untuk memperkuat langkah pencegahan. Saat ini, volume sampah yang masuk ke TPA kini mencapai sekitar 69 ton per hari. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN