Mukerprov PBSI Bali yang berlangsung di ruang rapat KONI Bali, GOR Lila Bhuana, Denpasar, Minggu (12/7). (BP/istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Kabupaten Buleleng resmi dipercaya menjadi tuan rumah Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Bulutangkis Bali 2026. Ajang bergengsi tingkat provinsi tersebut akan digelar pada 5–11 Oktober 2026 di GOR Mekar Seririt, setelah penetapan dilakukan dalam Musyawarah Kerja Provinsi (Mukerprov) PBSI Bali.

Keputusan itu diambil dalam Mukerprov PBSI Bali yang berlangsung di ruang rapat KONI Bali, GOR Lila Bhuana, Denpasar, Minggu (12/7). Penetapan Buleleng sebagai tuan rumah merupakan hasil pembahasan berdasarkan survei kelayakan terhadap dua venue yang diajukan PBSI Buleleng yakni GOR Bhuana Patra Singaraja dan GOR Mekar Seririt.

Survei dilakukan Pengprov PBSI Bali pada 4 Juli 2026 dengan menilai kesiapan sarana dan prasarana, aksesibilitas, hingga fasilitas pendukung penyelenggaraan kejuaraan. Hasil penilaian menunjukkan GOR Bhuana Patra memiliki keunggulan dari sisi akses, kondisi bangunan, area parkir, ruang panitia, tribune penonton, serta dukungan fasilitas kesehatan dan akomodasi.

Baca juga:  Satpol PP Gianyar Tertibkan Pedagang di By-Pass IB Mantra

Sementara itu, GOR Mekar Seririt dinilai unggul karena memiliki jumlah lapangan pertandingan yang lebih banyak, meski masih memerlukan penyempurnaan pada aspek pencahayaan, akses, dan beberapa fasilitas pendukung lainnya. Setelah melalui pembahasan dalam forum, seluruh peserta Mukerprov akhirnya menyepakati usulan PBSI Buleleng untuk menjadikan GOR Mekar Seririt sebagai lokasi pelaksanaan Kejurprov Bulutangkis Bali 2026.

Ketua Umum PBSI Bali, I Wayan Winurjaya mengatakan, keputusan tersebut merupakan hasil musyawarah yang tidak hanya mempertimbangkan kesiapan teknis, tetapi juga upaya pemerataan pembinaan bulutangkis di seluruh Bali. “Penetapan Buleleng sebagai tuan rumah merupakan hasil kesepakatan seluruh peserta Mukerprov. Kami berharap kesempatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan kejuaraan sekaligus mendorong pemerataan pembinaan dan prestasi bulutangkis di seluruh kabupaten/kota di Bali,” ujarnya.

Baca juga:  Obsesi Gianyar Geser Denpasar di Porprov

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Umum PBSI Buleleng, Anak Agung Ketut Widia Putra menyebut kepercayaan tersebut merupakan hasil perjuangan panjang yang telah dilakukan pengurus selama dua tahun terakhir. Menurutnya, sejak Kejurprov digelar di Karangasem, PBSI Buleleng telah menyatakan kesiapan menjadi penyelenggara. Komitmen itu kembali ditegaskan dalam Mukerprov tahun lalu di Kintamani hingga akhirnya Buleleng mendapat persetujuan menjadi tuan rumah, meski harus bersaing dengan Kabupaten Gianyar.

Ia menjelaskan, PBSI Buleleng sengaja mengusulkan dua venue yakni GOR Bhuana Patra dan GOR Mekar Seririt. Namun, pihaknya lebih mendorong penyelenggaraan di Seririt sebagai bagian dari upaya memeratakan pembinaan bulutangkis sekaligus memperkenalkan potensi wilayah barat Buleleng.

Baca juga:  Pembunuh Wanita Slovakia Dihukum 18 Tahun Penjara

“Seririt memiliki sejarah melahirkan banyak atlet bulutangkis berprestasi. Kami ingin kejuaraan ini menjadi momentum membangkitkan kembali gairah pembinaan sekaligus memperkenalkan bahwa Buleleng memiliki banyak wilayah dengan fasilitas olahraga yang layak untuk menjadi tuan rumah event besar,” katanya.

Ia menambahkan, penunjukan Buleleng tidak hanya diharapkan berdampak pada peningkatan prestasi atlet, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat melalui kunjungan atlet, ofisial, dan penonton selama kejuaraan berlangsung. PBSI Buleleng juga memastikan akan melakukan berbagai penyempurnaan fasilitas di GOR Mekar Seririt agar memenuhi standar penyelenggaraan Kejurprov.

“Kami optimistis, dengan dukungan semua pihak, berbagai kekurangan yang ada dapat diselesaikan secara bertahap sehingga pelaksanaan Kejurprov berjalan lancar, nyaman, dan menghasilkan kompetisi yang berkualitas,” ujar Widia Putra. (Yudha/balipost)

BAGIKAN