
DENPASAR, BALIPOST.com – Bali menjadi tuan rumah Global Hindu Business Conference (GHBC) 2026 pada 10–12 Juli 2026 di kampus Universitas Hindu Indonesia (UNHI), Denpasar. Konferensi ini mempertemukan sekitar 200 pengusaha, investor, diplomat, akademisi, profesional, dan pemimpin organisasi dari sedikitnya 10 negara untuk memperkuat jejaring bisnis berbasis nilai-nilai Hindu.
Mengusung tema “Towards Dharmanomics: Designing the Future”, GHBC 2026 diharapkan menjadi ruang kolaborasi internasional yang mendorong investasi, inovasi, dan kemitraan bisnis dengan mengedepankan konsep Dharmanomics, yakni pembangunan ekonomi yang berlandaskan etika, keberlanjutan, dan kesejahteraan bersama.
Wakil Ketua Panitia GHBC 2026, Dr. Ketut Jaman, mengatakan konferensi ini bukan sekadar forum diskusi, tetapi menjadi momentum strategis untuk memperluas jejaring bisnis internasional sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai pusat kolaborasi ekonomi berbasis nilai.
“GHBC bukan sekadar forum diskusi, tetapi wadah untuk membangun kemitraan yang menghasilkan investasi, perdagangan, dan kolaborasi yang saling menguntungkan. Kami berharap Bali menjadi titik temu lahirnya berbagai inisiatif bisnis global yang berlandaskan nilai-nilai dharma dan keberlanjutan,” ujarnya, Sabtu (11/7).
Selama tiga hari penyelenggaraan, peserta mengikuti berbagai agenda. Mulai dari keynote speech, diskusi panel, business networking, business matching, pameran produk dan jasa, hingga kunjungan lapangan yang dirancang untuk membuka peluang kerja sama konkret di berbagai sektor.
Panitia juga memberikan perhatian khusus kepada generasi muda dengan menyediakan 100 kuota gratis bagi mahasiswa Hindu jenjang S-1 dan S-2 untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Program ini diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa sekaligus memberi kesempatan membangun jejaring internasional dan berinteraksi langsung dengan investor maupun pelaku usaha dari berbagai negara.
Selain menjadi ajang memperkuat kerja sama bisnis global, GHBC 2026 juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi bagi Bali. Kehadiran delegasi internasional diperkirakan mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, perhotelan, transportasi, hingga industri meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE), sekaligus membuka peluang investasi baru.
Sekretaris Panitia GHBC 2026, Dr. Ketut Susila Dharma, menjelaskan penyelenggaraan konferensi ini merupakan hasil kolaborasi UNHI Denpasar, Global Hindu Entrepreneur Network (GHEN), Prajaniti Hindu Indonesia, Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, dengan dukungan Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB).
Menurutnya, sinergi tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam membangun ekosistem kewirausahaan Hindu yang mampu bersaing di tingkat global.
Sementara itu, Ketua Prajaniti Hindu Indonesia sekaligus Penasehat GHBC 2026, K.S. Arsana, mengungkapkan konferensi menghadirkan tokoh-tokoh berpengaruh dari dunia bisnis, investasi, dan diplomasi yang berasal dari Malaysia, India, Singapura, Nepal, Mauritius, hingga Australia.
Beberapa pembicara antara lain Dato’ Dr. M. Gopala Krishnan, Dato’ Pardip K. Kukreja, Dato’ Ramesh Kodammal, Dr. Shashank Vikram, Maneesh Tripathi, Manish K. Khemka, Ashwin Takoor, Dato’ S. Viswanathan, M. Yuthaya Surian, Prasath Kanagaras, dan Amu Shah. Mereka memiliki pengalaman memimpin perusahaan multinasional, organisasi bisnis, lembaga investasi, hingga institusi diplomatik.
Kehadiran para pembicara tersebut diharapkan memperkaya pembahasan mengenai perdagangan, investasi, teknologi, pendidikan, dan kewirausahaan sekaligus membuka peluang kolaborasi strategis lintas negara. (Ketut Winata/balipost)

