
SINGARAJA, BALIPOST.com – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kempo 2026 yang digelar di Kabupaten Buleleng tidak sekadar menjadi arena perebutan gelar juara.
Lebih dari itu, ajang yang diikuti ratusan atlet dari berbagai daerah di Indonesia tersebut menjadi momentum penting bagi Federasi Kempo Indonesia (FKI) untuk menjaring atlet-atlet potensial yang diproyeksikan memperkuat Indonesia pada kejuaraan dunia mendatang.
Kejurnas berlangsung di Lapangan Tenis Indoor Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Desa Jinengdalem, Kecamatan Buleleng, pada 8–11 Juli 2026.
Sebanyak 143 atlet dari 15 provinsi ambil bagian, terdiri atas 87 atlet putra dan 56 atlet putri, termasuk kontingen Bali.
Selain pertandingan, kegiatan juga dirangkaikan dengan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT), refreshing wasit, serta diikuti ofisial, perangkat pertandingan, dan panitia. Total peserta yang terlibat dalam penyelenggaraan mencapai 251 orang.
Ketua Panitia Kejurnas FKI, Yulianto Maris, Jumat (10/7) mengatakan dari total 23 pengurus provinsi FKI di Indonesia, hanya 15 provinsi yang mampu mengirimkan atlet ke Buleleng. Meski demikian, hal tersebut tidak mengurangi kualitas kejuaraan karena seluruh atlet yang tampil merupakan hasil pembinaan di daerah masing-masing.
Menurutnya, Kejurnas memiliki peran strategis sebagai wadah regenerasi atlet nasional. Melalui kejuaraan ini, FKI berharap mampu menemukan bibit-bibit baru yang nantinya dipersiapkan untuk tampil pada berbagai kejuaraan internasional.
“Harapan kami dengan diselenggarakannya kejuaraan nasional ini akan mendapatkan bibit-bibit baru. Selama ini kami sudah lima kali menyelenggarakan kejuaraan dunia. Dari Kejurnas ini kami ingin mendapatkan kesatria-kesatria berprestasi yang nantinya diterjunkan pada kejuaraan dunia,” ujarnya.
Yulianto menjelaskan, penunjukan Kabupaten Buleleng sebagai tuan rumah merupakan hasil Rapat Kerja Nasional FKI pada Februari 2026. Dalam rapat tersebut, Ketua Umum FKI Yasonna H. Laoly mengusulkan agar Kejurnas digelar di Bali. Usulan itu kemudian mendapat dukungan Pemerintah Provinsi Bali hingga akhirnya Buleleng dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan.
Pada Kejurnas tahun ini dipertandingkan dua kategori utama, yakni embu atau kerapian teknik dan randori atau perkelahian bebas. Kedua kategori tersebut terbagi dalam 43 kelas pertandingan berdasarkan kelompok umur dan kelas berat badan.
Tak hanya sukses sebagai tuan rumah Kejurnas, FKI juga mulai melirik Buleleng sebagai calon penyelenggara kejuaraan dunia pada masa mendatang. Dukungan pemerintah daerah, ketersediaan sarana olahraga, akomodasi, hingga potensi wisata Bali Utara dinilai menjadi modal besar untuk menggelar ajang internasional.
“Melihat sarana dan prasarana serta dukungan penuh kepala daerah, kami optimistis. Keindahan Bali bukan hanya di Bali Selatan, tetapi Bali Utara juga luar biasa. Kami ingin suatu saat kejuaraan dunia bisa digelar di sini,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng yang juga Ketua KONI Buleleng, Gede Supriatna, mengapresiasi kepercayaan FKI yang menunjuk Buleleng sebagai penyelenggara Kejurnas Kempo 2026. Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi bukti bahwa Buleleng semakin diperhitungkan sebagai daerah penyelenggara berbagai event olahraga berskala nasional.
Supriatna menambahkan, dalam setahun terakhir Buleleng telah beberapa kali dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan olahraga tingkat nasional hingga dunia. Kondisi tersebut diyakini mampu memperkuat pengembangan sport tourism sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. (Nyoman Yudha/balipost)










