
JAKARTA, BALIPOST.com – Kabar membanggakan kembali datang dari tim panjat tebing Indonesia. Dua atlet andalan nomor speed putri, Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Kadek Adi Asih, berhasil mengamankan tiket ke babak final atau 16 besar World Climbing Series Chamonix 2026 di Prancis setelah tampil impresif pada sesi kualifikasi yang berlangsung Jumat (10/7) waktu setempat.
Dilansir dari Kantor Berita Antara, Desak Made menunjukkan kelasnya sebagai salah satu pemanjat tercepat dunia dengan finis di peringkat keenam babak kualifikasi. Atlet asal Bali itu membukukan catatan waktu terbaik 6,485 detik di lintasan B, meski sebelumnya mencatat 8,926 detik di lintasan A.
Sementara itu, Kadek Adi Asih turut memastikan langkah ke fase gugur usai menempati peringkat ke-11. Ia mencatat waktu terbaik 6,658 detik di lintasan B dan 7,563 detik di lintasan A, hasil yang cukup untuk mengantarkannya ke babak 16 besar.
Sayangnya, Indonesia belum mampu meloloskan tiga wakil sekaligus. Rajiah Sallsabillah harus mengakhiri perjuangannya di babak kualifikasi setelah finis di peringkat ke-17. Rajiah mencatat waktu 6,889 detik di lintasan A dan 6,746 detik di lintasan B.
Rajiah hanya terpaut 0,020 detik dari batas akhir zona lolos yang ditempati atlet Rusia, Milana Melnichenko, di posisi ke-16 dengan catatan waktu 6,726 detik. Selisih yang sangat tipis tersebut membuat langkah Rajiah terhenti sebelum memasuki fase final.
Dengan lolosnya Desak Made dan Kadek Adi, harapan Indonesia untuk kembali meraih podium pada seri Piala Dunia Panjat Tebing tetap terbuka lebar. Keduanya dijadwalkan kembali bertanding pada babak 16 besar World Climbing Series Chamonix 2026 yang berlangsung Sabtu (11/7) pukul 21.00 waktu setempat.
Penampilan konsisten Desak Made dan Kadek Adi menjadi modal berharga bagi Indonesia untuk melanjutkan tradisi prestasi di nomor speed putri pada ajang internasional sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama panjat tebing dunia. (Suka Adnyana/balipost)










