Presiden Prabowo Subianto (tengah) memberi sambutan saat meresmikan Bendungan Meninting di Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Jumat (10/7/2026). (BP/Antara)

MATARAM, BALIPOST.com – Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto meresmikan Bendungan Meninting yang terletak di Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat. Proyek ini dibangun pada tahun 2018 lalu, pada masa pemerintahan Presiden sebelumnya, Joko Widodo.

Dengan anggaran fantastis hingga Rp1,4 triliun, bendungan ini diproyeksikan mampu mengairi aliran sawah hingga menjadi sumber air minum.

Selain Bendungan Meninting, empat bendungan lain yang dibangun pada masa Jokowi dan diresmikan Prabowo di antaranya Bendungan Sidan, berlokasi di perbatasan Badung, Bangli, dan Gianyar, Bali. Proyek ini dibangun pada tahun yang sama dengan Bendungan Meninting, yaitu tahun 2028 dengan anggaran mencapai Rp1,8 triliun.

Tiga bendungan lainnya yaitu Bendungan Jlantah yang terletak di Provinsi Jawa Tengah, Bendungan Pidie berlokasi di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, dan Bendungan Keureteu yang terletak di Aceh Utara, Provinsi Aceh.

Baca juga:  Ganda Campuran Bulu Tangkis Indonesia Gagal Pertahankan Emas SEA Games

Presiden RI, Prabowo Subianto mengatakan total anggaran pengerjaan untuk kelima bendungan tersebut mencapai Rp9,9 triliun. Ia mengaku, pihaknya bisa membangun puluhan bendungan lainnya karena Indonesia kini bisa menghemat sekitar Rp170 triliun per tahun setelah Nusantara tidak lagi mengimpor solar.

“Solar 50 persen dari kepala sawit. Hari ini sudah mulai menghentikan impor solar dari luar negeri, menghemat Rp170 triliun. Hari ini kita resmikan 5 bendungan dengan teknologi yang bisa menghasilkan 1 juta ton beras. Dengan Rp 170 triliun berapa puluh bendungan yang bisa dibangun tiap tahun,” ujarnya, Jumat (10/7).

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo mengatakan dari pembangunan lima bendungan tersebut, dibangun juga jarigan irigasi sepanjang 280 kilometer dengan lahan kurang lebih seluas 40 hektare.

Baca juga:  RSUP Sanglah Kremasi 16 Jenazah Terlantar

“Di lokasi peresmian ini kita melihat kembali betapa pentingnya pekerjaan mengolah air. Air yang tertampung wajib menjadi air untuk irigasi sawah,” katanya.

Selain mendukung ketahanan pangan melalui layanan irigasi lebih dari 40 ribu hektare, lima bendungan tersebut juga memiliki total daya tampung sekitar 371 juta meter kubik, menyediakan air baku sebesar 3,6 meter kubik per detik, serta melindungi sekitar 932 hektare wilayah dari potensi banjir. Infrastruktur tersebut juga memiliki potensi pengembangan energi melalui pembangkit listrik tenaga air (PLTA) sebesar 9,6 megawatt (MW) dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung hingga 346 MW.

Baca juga:  Terkendala Pemasaran, Pengembangan Beras Hitam Tersendat

“Bendungan ini telah bisa mengurangi konflik horizontal yang selama ini terjadi antara petani. Karena mereka selalu berebut air, mana kala musim panas dengan adanya bendungan ini Yang mampu menampung sampai dengan 10 juta meter kubik per detik sawah yang bisa kita airi seluas 1060 hektare dengan jaringan irigasi kurang lebih 260 meter,” jelasnya.

Menteri PU juga menyoroti manfaat Bendungan Meninting di Lombok Barat yang dinilai mampu mengurangi konflik perebutan air antarpetani saat musim kemarau. Bendungan dengan kapasitas tampung sekitar 10 juta meter kubik itu kini mampu mengairi sekitar 1.060 hektare sawah sehingga intensitas tanam meningkat dari satu kali menjadi tiga kali panen dalam setahun. (kmb/balipost)

BAGIKAN