
BANGLI, BALIPOST.com – Dua SD di Kecamatan Kintamani, SD Negeri 1 Buahan dan SD Negeri 1 Terunyan, dipilih menjadi sasaran program pelatihan Satuan Pendidikan Aman Bencana yang digelar oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bangli. Pemilihan kedua sekolah tersebut didasarkan pada hasil asesmen yang menunjukkan keduanya berada di wilayah rawan bencana alam.
Pelatihan yang berlangsung, Jumat (10/7), melibatkan guru, pegawai sekolah, siswa, hingga perwakilan orang tua siswa. Pelatihan dilaksanakan selama empat hari.
Kepala Markas PMI Kabupaten Bangli, I Kadek Ardip, mengungkapkan bahwa tujuan program ini adalah, untuk melatih kesiapsiagaan sekaligus mengukur kapasitas yang dimiliki sekolah dalam menghadapi ancaman bencana seperti gempa bumi dan tanah longsor.
“Dalam simulasi tadi dianggap terjadi longsor besar ketika siswa sedang belajar. Apa yang harus dilakukan guru, pihak sekolah ketika mengevakuasi warga sekolah dari ruang kelas ke titik kumpul yang aman yang sudah disepakati dan bagaimana ketika ada siswa mengalami luka apa yang harus diberikan pertolongan pertama untuk siswa,” jelasnya.
Melalui pelatihan ini, PMI berharap kesiapsiagaan warga sekolah termasuk orang tua siswa dapat meningkat. “Dengan pelatihan ini warga sekolah menjadi tahu apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 1 Buahan Ni Ketut Sriniasih, mengakui bahwa pelatihan dari PMI Bangli ini memberikan pemahaman baru bagi pihak sekolah yang selama ini masih awam terkait penanganan kebencanaan.
“Kami di sekolah mendapatkan banyak pengalaman baru dan pemahaman pentingnya persiapan dalam penanggulangan bencana,” kata Ni Ketut Sriniasih.
Kedepan, pihak sekolah berkomitmen untuk terus mengasah kesiapan warga sekolah melalui simulasi untuk siap menghadapi berbagai potensi bencana seperti longsor, banjir, dan angin puting beliung di wilayah Buahan. Ia juga berharap program pelatihan dari PMI ini dapat diagendakan secara berkelanjutan. (Dayu Swasrina/balipost)










