Sejumlah pengunjung sedang berbelanja di stan kuliner yang adai areal Pesta Kesenian Bali 2026, Art Center, Denpasar. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Upaya pengelolaan sampah selama pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Taman Werdhi Budaya Art Center menunjukkan hasil positif. Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi Bali mencatat total sampah yang dihasilkan selama 29 hari pelaksanaan kegiatan mencapai 203 meter kubik (m³) atau sekitar 51 ton, dengan komposisi sampah plastik hanya sekitar 2 persen dari total sampah anorganik.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, I.B. Alit Suryana, mengatakan rendahnya persentase sampah plastik menjadi indikator meningkatnya kesadaran pengunjung terhadap pengurangan penggunaan plastik sekali pakai selama penyelenggaraan PKB.

Baca juga:  Buang Sampah Sembarangan di Desa Adat Lodtunduh Bakal Didenda Rp5 Juta

“Untuk plastik masih ditemukan hanya 2 persen dari sampah anorganik,” ujar Alit Suryana, Jumat (10/7).

Berdasarkan data Disbud Bali, sampah anorganik yang diangkut menggunakan dump truk UPTD Pengelolaan Sampah mencapai 116 m³ atau sekitar 29 ton, dengan rata-rata 4 m³ per hari selama 29 hari pelaksanaan PKB.

Sementara itu, sampah organik yang diangkut menggunakan arm roll DLHK Kota Denpasar tercatat mencapai 87 m³ atau sekitar 22 ton, dengan rata-rata 3 m³ per hari selama periode yang sama.

Baca juga:  Petugas DLH Bersihkan 4,59 Ton Sampah Pascademo

Secara keseluruhan, volume sampah yang dihasilkan selama PKB XLVIII mencapai 203 m³ atau sekitar 51 ton.

Alit Suryana menjelaskan, capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai inovasi pengelolaan sampah yang diterapkan selama berlangsungnya festival budaya tahunan tersebut. Salah satunya adalah penyediaan stan komunitas lingkungan hidup di kawasan Art Center sebagai pusat edukasi bagi masyarakat mengenai pemilahan dan pengolahan sampah.

Melalui stan tersebut, pengunjung diberikan pemahaman mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari sumber, sehingga sampah organik dan anorganik dapat dikelola secara optimal.

Baca juga:  Bom di Makassar, Danrem Gerakan Babinsa Monitoring Wilayah

Selain itu, Disbud Bali juga menghadirkan mobil coci (moci) listrik sebagai sarana pengangkutan sampah di area Art Center. Penggunaan kendaraan listrik ini menjadi inovasi ramah lingkungan yang mendukung pelaksanaan PKB sekaligus mengurangi emisi dari operasional pengangkutan sampah.

Langkah tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam mewujudkan penyelenggaraan kegiatan budaya yang lebih bersih, berkelanjutan, dan mendukung pengurangan sampah, khususnya sampah plastik sekali pakai di ruang publik. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN