Pesepak bola DRX World Legends Alessandro Del Piero (tengah) bersama Franck Ribery (kanan) memberikan bola kepada wasit Pierluigi Collina (kiri) saat jeda pertandingan melawan Barcelona Legends pada Clash of Legends di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (18/4/2026). (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Ketua Perwasitan FIFA Pierluigi Collina menilai keputusan wasit Francois Letexier pada pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina menghadapi Mesir sudah tepat.

Dikutip dari Kantor Berita Antara, Kamis (9/7), Collina menilai Letexier sudah mengambil keputusan yang tepat pada beberapa kejadian yang terjadi pada pertandingan tersebut.

Collina menegaskan setiap keputusan yang diambil wasit pada sebuah pertandingan, terutama sebuah gol sudah melalui peninjauan panjang dan ia mengambil contoh ketika gol penyerang Mesir Mostafa Zico bisa dianulir.

Sosok berkebangsaan Italia tersebut menjelaskan tidak ada batasan yang ditentukan mengenai jarak dari gawang atau durasi antara insiden dan gol.

Baca juga:  Ivar Jenner Lepas FC Utrecht, Isyaratkan Fokus di Timnas U-22 Indonesia

“Contohnya terjadi pada pertandingan Argentina melawan Mesir di mana pemain nomor 19 Mesir, Marwan Attia, jelas menginjak kaki pemain nomor 6 Argentina, Lisandro Martínez,” jelas Collina.

“Kami berpendapat bahwa pelanggaran tetaplah pelanggaran. Terlepas dari apakah pelanggaran tersebut tampak ‘jelas’ atau tidak, jika wasit tidak melihatnya di lapangan, VAR dapat melakukan intervensi,” sambung dia.

Collina juga mengambil contoh bagaimana keputusan wasit Letexier sudah tepat mengenai tidak menganggap Mohamed Salah dilanggar di kotak penalti sebelum terjadinya gol ketiga Argentina pada laga itu.

Baca juga:  Chelsea Hajar Hull City, Kantongi Tiket ke 16 Besar Piala FA

Dirinya menilai hal tersebut tidak dapat dinilai sebagai pelanggaran sebab Julian Alvarez mengenai bola terlebih dahulu sebelum melakukan kontak dengan Mohamed Salah.

“Sekali lagi, contoh kejadian ini terlihat di akhir pertandingan yang sama; wasit dan VAR menilai kontak fisik antara pemain nomor punggung 10 Mesir, Mohamed Salah, dan pemain nomor punggung 9 Argentina, Julián Alvarez, sebagai kontak yang wajar dalam permainan sepak bola,” ungkap Collina.

Collina melanjutkan selalu ada subjektivitas dalam beberapa keputusan, akan tetapi dirinya cukup senang bagaimana prinsip-prinsip utama dapat diterapkan dalam turnamen Piala Dunia 2026.

Baca juga:  Piala Dunia 2026, Gol Bunuh Diri Mesir Selamatkan Belgia dari Kekalahan

Selanjutnya Collina tidak melarang orang untuk melakukan diskusi konstruktif mengenai keputusan dari wasit, namun ia menentang hal-hal yang sudah melalui batas kewajaran.

“Tentu saja, diskusi yang membangun mengenai keputusan akan selalu menjadi bagian dari sepak bola, namun tuduhan tak berdasar tidak memiliki tempat dalam olahraga kita,” tegas Collina.

“Tidak ada seorang pun yang boleh mempertanyakan integritas perangkat pertandingan Piala Dunia FIFA. Hal semacam itu dapat memicu reaksi yang berujung pada ancaman terhadap mereka dan keluarga mereka. Ini adalah hal yang tidak dibenarkan,” pungkasnya. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN