Pendaftaran- Siswa bersama orang tuanya saat mendaftar ulang di SMPN 2 Amlapura. Dewan mendorong Disdikpora Karangasem mensosialisasikan pendaftaran online kepada siswa dan orang tua. (BP/Nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun ajaran 2026/2027 sampai saat ini masih tengah berjalan dan telah memasuki pendaftaran ulang. Khusus di Kabupaten Karangasem proses SPMB baru tahun ini baru perdana dilakukan secara daring atau online. Dalam penerapan pendaftaran sistem online ini, dewan mendorong kedepannya, Disdikpora Karangasem supaya mensosialisasikan pendaftaran online tersebut selain diberikan kepada siswa, juga diberikan kepada orang tua siswa.

Ketua Komisi IV I Wayan Sudira mengungkapkan, terkiat proses SPMB Tahuna Pelajaran 2026/2027, sebelumnya pihaknya menerima keluhan dari masyarakat, ada anak mereka yang telah mendaftar, namun tidak mendapatkan sekolah yang dituju.

Baca juga:  Siswa DO di Buleleng Diperkirakan 300 Orang

“Sebelumnya memang ada sejumlah siswa yang belum mendapatkan sekolah, bahkan ada siswa yang mendaftar di dua sekolah keduanya tidak lolos,” ucapnya.

Sudira mengatakan, atas kondisi tersebut, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Disdikpora Karangasem. Ia menjelaskan, dari Disdikpora sudah menjamin bagi siswa yang belum dapat sekolah nantinya bisa mendapatkan sekolah.

“Hasil koordinasi Komisi IV, Disdikpora akan mencari siswa tersebut dengan cara jemput bola, agar tidak ada lagi siswa yang tercecer dan semuanya mendapatkan sekolah,” katanya.

Baca juga:  Awal Cerita Made Andhika Dipanggil Otong

Menurut Sudira, kalau proses pendaftaran SMPM tahun ini baru pertama kali dilakukan secara daring atau online. Maka dari itu, pihaknya mendorong kedepan supaya pihak Disdikpora agar mensosialisasikan pendaftaran online ini, selain kepada siswa juga disosialisasikan kepada orang tua siswa sehingga pihak orang tua juga dapat memahami proses pendaftaran online tersebut.

“Menurut kami, sistem SPMB online ini masih kurang sosialisasi. Saat ini sosialisasi ini baru kepada anak-anak saja, semestinya juga ikut disosialisasikan kepada orang pihak orang tua sehingga saat melakukan pendaftaran tidak sampai salah arah atau salah pilih jalur,” jelasnya sembari menyatakan, kalau alat untuk pendaftaran online ini masih meminjam dari pusat.

Baca juga:  Digelar Hingga Kecamatan, Pemkab Gelontorkan Dana 3,9 Miliar untuk HUT

“Semoga kedepan sudah memiliki alat sendiri tidak meminjam lagi di pusat,” katanya.

Menurut Sudira, pihaknya sangat mendukung proses pendaftaran secara online ini. Karena dengan melakui sistem online tersebut menjadi lebih transparansi.

“Sistemnya bagus, tinggal sosialisasinya saja lebih dimaksimalkan lagi kedepannya, sehingga anak -anak dan orang tua dapat memahami sistem mana yang ahrus ditempuh dalam proses pendaftaran anaknya,” imbuhnya. (Eka Parananda/balipost)

 

BAGIKAN