Aktifitas di SMKN 1 kintamani. (BP/Ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Minat lulusan SMP untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) mengalami tren penurunan. Calon siswa kini lebih banyak memilih melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang memilikii program studi pariwisata. Kondisi tersebut dirasakan oleh SMAN 1 Kintamani.

Kepala SMAN 1 Kintamani I Kadek Ardiana mengungkapkan penurunan minat calon siswa melanjutkan ke SMA dirasakan terjadi sejak tiga tahun terakhir. Tidak hanya di sekolahnya namun juga SMA lainnya. Penurunan ini disinyalir terjadi karena pergeseran mindset siswa yang ingin langsung bekerja setelah lulus sekolah.

Baca juga:  Anjlok, Kunjungan Wisatawan ke Bangli

Tren ini membuat calon siswa lebih memilih masuk ke SMK pariwisata atau langsung melanjutkan ke Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) demi bisa bekerja di luar negeri.

Meski penurunan di SMAN 1 Kintamani dinilai belum terlalu signifikan, pihak sekolah tetap mengantisipasi dampak jangka panjang yang bisa terjadi. Dikatakan bahwa penurunan jumlah siswa secara drastis berpotensi mengurangi jumlah rombongan belajar (rombel) yang berimbas pada berkurangnya jam mengajar guru.

Baca juga:  Tahun Depan, Promosi Pariwisata Bangli Hanya Dijatah 30 Juta

Hal itu dapat mengancam pemenuhan syarat tunjangan sertifikasi. “Kalau penurunannya kecil tidak terlalu berdampak. Kalau penurunannya banyak dampaknya ke nafkah guru,” ujarnya Kamis (2/7).

Sebagai upaya menahan laju peralihan siswa ke SMK, SMAN 1 Kintamani kini memperkuat program ekstrakurikuler bahasa asing, khususnya Bahasa Jepang dan Bahasa Inggris. Program Bahasa Jepang sendiri sudah berjalan beberapa tahun dengan mendatangkan native speaker pada agenda pertukaran seni budaya Bali-Jepang.

Sementara untuk program Bahasa Inggris, pihak sekolah saat ini sedang melakukan tahap penjajakan guna menghadirkan program serupa. Penguatan kemampuan komunikasi bahasa asing ini diharapkan mampu menjadi wadah bagi bakat siswa sekaligus menjadi daya tarik bagi calon peserta didik baru.

Baca juga:  Sekolah Ini Raih Hasil Terbaik UN di Bali

Sementara itu pada SPMB tahun ini, jumlah pendaftar di SMAN 1 Kintamani telah mencapai 255 siswa dari total kuota yang disediakan sebanyak 360 kursi. Jumlah tersebut masih ada kemungkinan bertambah hingga tahapan spmb berakhir. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN