
SINGARAJA, BALIPOST.com – Niat mencari ikan di sekitar tambak berujung petaka. Dua bocah asal Banjar Dinas Kerta Kawat, Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah diduga terjatuh ke bak penampungan air (bak rotifer) di area tambak benih bandeng milik warga, Jumat (3/7) sore.
Korban bernama Muhammad DF (7) dan Muhammad FA (6). Keduanya ditemukan mengambang di dalam bak rotifer sekitar pukul 12.00 WITA.
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz seizin Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman, Minggu (5/7), menjelaskan, peristiwa itu bermula ketika Abdul Aziz mendatangi rumah Mujiat untuk mencari keberadaan anaknya, Muhammad DF. Namun, Mujiat mengaku tidak mengetahui keberadaan bocah tersebut.
Selanjutnya, Abdul Aziz bersama Mujiat berinisiatif mencari kedua anak itu ke sekitar tambak benih bandeng milik warga yang lokasinya tidak jauh dari rumah korban. Saat melakukan pencarian, keduanya mendapati jasad Muhammad DF dan Muhammad FA mengambang di dalam bak rotifer.
Mengetahui kejadian tersebut, kedua saksi langsung mengevakuasi jasad korban dari dalam tambak dan membawanya ke Puskesmas Gerokgak I untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, tim medis menyatakan kedua bocah tersebut telah meninggal dunia.
Menerima laporan itu, personel Polsek Gerokgak langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan sejumlah saksi. Dari hasil penyelidikan awal, polisi menduga kedua korban terjatuh ke dalam bak rotifer saat mencari ikan-ikan kecil di sekitar area tambak. Bak rotifer tersebut memiliki ukuran sekitar 4 meter x 2 meter dengan kedalaman 2 meter dan tinggi air sekitar 1,5 meter.
Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan tidak mengajukan keberatan. Selanjutnya, kedua jenazah dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan usai Salat Ashar.
Atas kejadian ini, kepolisian mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di sekitar tambak, saluran irigasi, sungai, kolam maupun lokasi lain yang berpotensi membahayakan keselamatan. Selain itu, pemilik tambak maupun lahan budi daya juga diharapkan memasang pagar, penutup, atau tanda peringatan pada bak-bak penampungan air guna mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
“Kita menghimbau agar para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di sekitar tambak, saluran irigasi, sungai, kolam,” tutupnya. (Nyoman Yudha/balipost)










