
SINGARAJA, BALIPOST.com – Kontingen Buleleng mencatatkan hasil membanggakan pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Provinsi Bali 2026. Selain mempersembahkan satu medali emas dan satu perunggu, atlet Kadek Tata Hedriayana dipastikan menjadi wakil Bali pada O2SN tingkat nasional setelah tampil sebagai juara pada nomor tri lomba jenjang SMP.
Kejuaraan O2SN tingkat Provinsi Bali digelar, Kamis (2/7). Nomor lari 60 meter dan tolak peluru berlangsung di Stadion Ngurah Rai, Denpasar, sedangkan nomor lompat jauh dipertandingkan di Lapangan Niti Mandala Renon.
Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Buleleng menurunkan empat atlet dalam ajang tersebut, masing-masing dua atlet jenjang SD dan dua atlet jenjang SMP. Khusus kategori SMP, seluruh peserta bersaing pada nomor tri lomba yang terdiri atas lari 60 meter, lompat jauh, dan tolak peluru. Penentuan juara dilakukan berdasarkan akumulasi poin dari ketiga nomor tersebut.
Pelatih PASI Buleleng, Ketut Adhyatma Sudarshana seizin Ketua Umum PASI Buleleng, I Kadek Setiawan, mengatakan persaingan berlangsung sangat ketat karena seluruh kabupaten/kota di Bali menurunkan atlet-atlet terbaiknya.
“Di sektor putra, kekuatan terbesar datang dari Denpasar dan Badung yang memiliki pembinaan atlet cukup merata. Sementara di sektor putri, persaingan terberat berasal dari Badung dan Bangli,” ujarnya.
Di tengah ketatnya persaingan, Kadek Tata Hedriayana, siswa SMP Negeri 2 Kubutambahan asal Desa Mengening, mampu tampil konsisten pada tiga nomor yang dipertandingkan. Akumulasi poin yang dikumpulkan mengantarkannya menjadi juara pertama sekaligus merebut medali emas. Hasil itu memastikan dirinya menjadi wakil Bali pada O2SN tingkat nasional.
Prestasi kontingen Buleleng semakin lengkap setelah Komang Trisna Septi Priyani, siswi SMP Negeri 2 Kubutambahan asal Desa Tamblang, berhasil menyumbangkan medali perunggu.
Adhyatma mengaku bersyukur atas capaian tersebut. Menurutnya, hasil yang diraih para atlet merupakan buah dari proses pembinaan yang selama ini dilakukan. Namun, ia mengingatkan bahwa persaingan di tingkat nasional dipastikan jauh lebih berat sehingga persiapan harus terus dimatangkan.
“Prestasi ini tentu membanggakan, tetapi masih banyak kekurangan dan kelemahan yang harus ditingkatkan sebagai persiapan menuju tingkat nasional. Kami bersyukur dengan hasil ini, namun tidak boleh cepat puas karena masih ada event selanjutnya yang harus dihadapi,” katanya.
Ia menambahkan, capaian tahun ini menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan O2SN tahun lalu. Saat itu kontingen Buleleng belum mampu membawa pulang medali, sedangkan tahun ini berhasil meraih satu emas dan satu perunggu.
“Tahun ini peningkatannya sangat jauh. Tahun lalu kami belum memperoleh medali, sekarang bisa meraih emas dan perunggu. Ini menjadi motivasi agar pembinaan terus ditingkatkan,” ungkapnya.
Ke depan, PASI Buleleng akan terus memperkuat pembinaan atlet usia muda melalui program yang disinergikan dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng. Selain menyiapkan regenerasi atlet, pembinaan juga diarahkan untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali dan Pra Kualifikasi PON 2027.
“Harapan kami, semakin banyak talenta atlet putra dan putri Buleleng yang lahir dan mampu bersaing menjadi wakil daerah hingga tingkat provinsi maupun nasional,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Umum PASI Buleleng, Kadek Setiawan, menilai keberhasilan dua atlet meraih medali merupakan hasil kerja keras seluruh pengurus, pelatih, dan atlet yang selama ini menjaga kekompakan organisasi. Menurut anggota Komisi III DPRD Provinsi Bali tersebut, budaya keterbukaan dalam organisasi menjadi salah satu kunci keberhasilan pembinaan.
“Kebersamaan di PASI Buleleng sangat luar biasa. Kami berkomitmen mencetak bibit-bibit atlet berprestasi. Yang paling penting adalah memanusiakan atlet. Atlet jangan sampai dikorbankan. Mereka harus mendapat perhatian, termasuk pemberian reward kepada atlet maupun pengurus yang telah bekerja keras,” tegasnya.
Ia juga berharap fasilitas latihan di Stadion Mayor Metra dapat terus ditingkatkan, seperti penambahan lampu penerangan dan pembenahan kondisi lapangan.
“Dengan dukungan sarana yang memadai, PASI Buleleng optimistis akan semakin banyak atlet muda yang mampu mengharumkan nama Buleleng dan Bali di tingkat nasional,” ujar Politisi asal Desa Penglatan ini. (Nyoman Yudha/balipost)










