
GIANYAR, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Gianyar terus memperkuat komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Langkah nyata ini ditunjukkan melalui sinergi lintas sektor dalam kegiatan Gerakan Tanam Bawang Merah yang digelar di lahan pertanian Subak Celuk, Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Kamis (2/7).
Kegiatan ini diinisiasi oleh BUMDes Mumbul Sari Mertha Metangi yang bekerja sama dengan Kelompok Tani Raja Prani. Acara dihadiri langsung oleh berbagai unsur pemerintah daerah, Camat Blahbatuh, Forkopimcam, perangkat desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta kelompok tani setempat sebagai wujud kolaborasi memperkuat sektor pertanian di wilayah Kabupaten Gianyar.
Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian (Distan) Gianyar, Ni Made Yuliani Putri, seizin Kadis Pertanian Kabupaten Gianyar, Wayan Suarta, menyampaikan bahwa tanaman bawang merah memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan di Kabupaten Gianyar, khususnya di wilayah Kecamatan Blahbatuh. “Petani di Gianyar sangat berpotensi mengembangkan tanaman bawang merah,” ujar Ni Made Yuliani Putri.
Dinas Pertanian Gianyar sendiri telah melaksanakan percontohan (demplot) sejak tahun 2024 dengan hasil produksi yang sangat memuaskan, yakni mencapai 12 hingga 15 ton per hektare. Untuk uji coba adaptasi terhadap kondisi tanah, air, dan faktor lingkungan lainnya, pihak dinas telah memusatkannya di Desa Medahan.
Pada gerakan kali ini, penanaman bawang merah secara simbolis dilakukan di lahan seluas kurang lebih 1,5 hektare dengan menggunakan sekitar 1,4 ton bibit berkualitas yang didanai langsung melalui anggaran BUMDes Desa Medahan.
Kapolres Gianyar AKBP Chandra C. Kesuma, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Blahbatuh Kompol Luh Putu Sri Sumartini, S.H., M.H., menerangkan bahwa Polri tidak hanya fokus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), melainkan juga aktif mengawal program strategis pemerintah yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga.
“Sinergi antara pemerintah, pihak desa, kelompok tani, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam mewujudkan ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan, demi mendongkrak kesejahteraan masyarakat,” tegas Kapolsek Blahbatuh.(Wirnaya/balipost)










