
SINGARAJA, BALIPOST.com – Pencarian terhadap anak buah kapal (ABK) Yacht Turmalin 384310 yang hilang di perairan Pantai Pasir Putih Banyuwedang, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, akhirnya membuahkan hasil. Korban berinisial RTK (17) ditemukan dalam kondisi mengapung dan sudah meninggal dunia pada hari kedua operasi pencarian, Kamis (2/7).
Korban ditemukan sekitar pukul 10.23 WITA, setelah seorang nelayan melaporkan melihat sesosok tubuh mengapung di kawasan hutan mangrove. Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti Tim SAR gabungan yang sejak pagi melanjutkan pencarian menggunakan satu unit rubber boat.
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan mengatakan, operasi pencarian hari kedua dimulai pukul 08.00 WITA. Di tengah upaya penyisiran, tim menerima laporan dari nelayan mengenai adanya jasad yang mengapung di sekitar kawasan mangrove.
“Pencarian hari kedua mulanya kami lakukan sejak pukul 08.00 WITA menggunakan satu unit rubber boat. Di tengah pencarian, kami menerima informasi dari nelayan adanya sesosok tubuh mengapung di sekitar kawasan mangrove. Tim kemudian bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi,” ujarnya.
Saat dievakuasi, korban ditemukan dalam posisi terlentang dengan mengenakan kaos dan celana pendek berwarna biru. Lokasi penemuan berada sekitar lima meter ke arah tenggara dari titik ditemukannya speed boat yang sebelumnya digunakan korban.
Setelah berhasil dievakuasi ke darat, jenazah korban dibawa menggunakan ambulans milik PMI menuju RSUD Buleleng untuk menjalani pemeriksaan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. “Akan dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu di RSUD sebelum jenazah diserahterimakan kepada keluarga,” kata Donny.
Sebelumnya, RTK dilaporkan hilang setelah meninggalkan Kapal Turmalin 384310 menggunakan speed boat berwarna oranye menuju Pantai Pasir Putih Banyuwedang pada Senin (29/6) sekitar pukul 21.00 Wita. Saat itu korban diketahui berada dalam pengaruh alkohol.
Korban diduga hendak kembali menuju kapal. Namun hingga keesokan harinya ia tidak kunjung kembali. Speed boat yang digunakannya kemudian ditemukan terdampar di pesisir pantai oleh warga tanpa keberadaan korban. (Yudha/balipost)










