Polisi melakukan olah TKP penemuan jasad lansia di Banjar Selat, Desa Perean Tengah, Kabupaten Tabanan. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Warga Banjar Selat, Desa Perean Tengah, Kabupaten Tabanan, digegerkan dengan penemuan jasad seorang perempuan lanjut usia (lansia) di dalam rumahnya, Minggu (28/6) siang. Korban diketahui bernama Kwee Tjin Chang (76), yang ditemukan dalam kondisi telah membusuk.

Penemuan jasad korban bermula dari kecurigaan warga karena korban sudah sekitar satu bulan tidak pernah terlihat keluar rumah maupun beraktivitas seperti biasanya. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada Bendesa Adat Selat, I Ketut Leneng, yang selanjutnya menghubungi pihak keluarga korban di Jakarta.

Baca juga:  Di HUT Kemerdekaan, Badung akan Luncurkan Santunan Lansia

Pada Minggu sekitar pukul 14.00 WITA, pihak keluarga yang diwakili Lim Siu Tiong tiba di Bali dan bersama Bendesa Adat serta seorang warga setempat mendatangi rumah korban untuk memastikan kondisinya. Saat memasuki rumah, mereka mendapati korban telah meninggal dunia dalam posisi tertelungkup.

Kondisi jenazah sudah mengalami pembusukan lanjut, ditandai dengan bau menyengat, perubahan warna kulit menjadi kehitaman kehijauan, pembengkakan tubuh, hingga beberapa bagian kulit mulai mengelupas akibat proses dekomposisi.

Baca juga:  Lansia Ditemukan Meninggal di Jurang

Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Baturiti. Petugas kepolisian bersama tim medis dari Puskesmas II Baturiti langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal.

Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani, Senin (29/6) membenarkan adanya kasus tersebut. Dari hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik maupun luka terbuka yang mengarah pada dugaan tindak pidana.

“Korban ditemukan dalam kondisi pembusukan lanjut dan diduga telah meninggal dunia beberapa waktu lalu. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujarnya.

Baca juga:  Ini, 7 Sebab Badan Lemas pada Lansia

Jenazah, kata Wiwik, sudah dievakuasi ke RS Singasana Nyitdah, Kediri, untuk penanganan lebih lanjut. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Sesuai rencana keluarga, jenazah korban akan dikremasi. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN